Basarnas Palu Tanam 100 Mangrove di Lokasi Eks Tsunami Teluk Palu, Rangkaian Jelang HUT ke-50

KEPALA Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes (paling depan ketiga dari kiri) didampingi Lurah Layana Indah, Sudarman (pakai topi putih) melakukan penanaman mangrove di lokasi eks tsunami yakni pesisir Teluk Palu tepatnya di pantai Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Jumat (4/2/2022) pagi. (Foto: Ichal)

PALU, Kabar Selebes – Jelang perayaan hari ulang tahun (HUT) Badan SAR dan Pertolongan (Basarnas)  ke-50, personel Basarnas Palu juga memperingatinya dengan berbagai kegiatan. Setelah donor darah, puluhan personel Basarnas Palu melakukan penanaman mangrove, Jumat (4/2/2022).

Penanaman mangrove yang dipimpin Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes itu dilakukan di lokasi eks tsunami yakni pesisir Teluk Palu tepatnya di pantai Layana Indah, Kecamatan Mantikulore.

Selain puluhan personel Basarnas Palu, penanaman mangrove ini juga dilakukan oleh pemerintah kelurahan Layana Indah, personel Brimobda Polda Sulteng dan Dharma Wanita Basarnas Palu.

Sebanyak 100 mangrove yang ditanam di lokasi itu.

Andrias menjelaskan, aksi penanaman mangrove ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 Basarnas yang puncaknya akan dilaksanakan pada 28 Februari 2022. Sebelumnya Basarnas Palu sukses menggelar aksi donor darah yang dilakukan di kantornya, Jalan Elang, dengan mengumpulkan 55 kantong.

Pihaknya sengaja menanam mangrove karena jenis tanaman ini berfungsi sebagai pencegah abrasi dan pengikisan kawasan pesisir pantai.

Ekosistem mangrove juga menjadi tempat hidup bagi satwa-satwa lainnya.

Andrias mengatakan, tujuan kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan secara serentak di seluruh UPT Basarnas untuk merehabilitasi kawasan pesisir pantai Teluk Palu.

Selain itu kata dia, juga sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem serta mendukung program pemulihan ekonomi nasional sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Dia menuturkan, ratusan mangrove yang ditanam itu selanjutnya akan dijaga bersama masyarakat setempat agar penanamannya berjalan baik.

Pihaknya juga akan memonitor langsung perkembangan penanaman mangrove di lokasi tersebut. Bila ada mangrove yang mati, pihak basarnas segera mengganti dan menanam kembali.

“Tidak sewajarnya setelah penanaman kemudian kita biarkan, tetap kita akan mengecek sejauhmana perkembangannya,” ujarnya.

Dia juga berharap kepedulian masyarakat setempat agar ikut menjaga pertumbuhan mangrove di pesisir pantai Teluk Palu.

Sementara itu, Lurah Layana Indah, Sudarman mengatakan, selain Basarnas, penanaman mangrove di pesisir pantai itu sebelumnya juga dilakukan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu dan sejumlah lembaga kemahasiswaan.

Bahkan tahun ini kata dia, pihak kelurahan akan mengajukan ke Dinas Lingkungan Hidup agar menanam ribuan mangrove di pesisir pantai yang menjadi eks lokasi tsunami pada 28 September 2018 lalu tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif di Kelurahan Layana Indah. Ini juga merupakan suatu bentuk pemeliharaan atas ekosistem yang ada di laut,” tuturnya.

Dia berharap kedepan kawasan pesisir pantai Layana Indah akan menjadi tempat destinasi wisata mangrove.

“Saya atas nama Pemerintah Kelurahan Layana Indah berterima kasih banyak kepada basarnas yang sudah melaksanakan kegiatan penanaman mangrove. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua. Apalagi Palu di tahun 2023 insyaAllah bisa mendapatkan piala adipura dan tentunya salah satu indikator penilaian adalah kebersihan lautnya. Kapan lautnya itu kotor tentunya menjadi nilai buruk untuk penilaian adipura,” tutur Lurah Sudarman. (abd)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….