Radio Siaga Bencana, Dinas Kominfo Morowali Ikuti Anniversary 3st Indonesia Persada.id

Bachtiar Peohoa

MOROWALI, Kabar Selebes – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Morowali, Bachtiar Peohoa, dan Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Sadeli Karim, mengikuti kegiatan Anniversary 3st Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (Indonesia Persada.Id).

Kegiatan tersebut dengan tema “Radio Siaga Bencana”. Tiga tahun kehadirannya mewarnai dinamika Lembaga Penyiaran dan Pers di tanah air. Diselenggarakan Virtual Gathering dan Tumpengan Virtual via Aplikasi Zoom Meeting, bertempat di Kantor Dinas Kominfo Morowali, pada Senin (7/2/2022).

Indonesia Persada.Id yang berdiri sejak 7 Februari 2019 di Surabaya melalui konferensi Nasional LPPL Indonesia, bersamaan dengan rangkaian hari Pers Nasional. Semakin eksis memberikan manfaat bagi anggota yang dipimpin Ketua Umum H Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah).

Kegiatan turut dihadiri Dewan Penasehat Persada.Id, jajaran Pengurus Indonesia Persada.Id, Kepal Dinas Komunikasi dan Informatika seluruh Indonesia dan Pimpinan LPPL di seluruh Indonesia.

Dengan mengangkat tema “Radio Siaga Bencana” Persada.Id ke 3St menggelar Live Talkshow Naional Is Me, dengan mendatangkan narasumber, Direktur Rumah Perubahan Lembaga Penyiaran Publik, Masduki, dan Kordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

H Saifullah Yusuf selaku Walikota Pasuruan dan mantan Ketua Umum Indonesia Persada.Id menyampaikan, dalam rangkat HUT Persada.id ke 3St diharapkan konsistensi dan peningkatan kualitas. Sebuah organisasi harus bermanfaat bagi anggotanya.

Sebaliknya anggota harus menguatkan organisasi, sebuah potret simbiosis mutualisme. Kuncinya baik organisasi maupun anggota harus konsisten.

“Konsisten, tiga suku kata itu yang dibutuhkan jika sebuah organisasi ingin dianggap ada. Tanpa konsistensi, maka organisasi itu hanya akan dianggap numpang lewat saja. Begitupun dengan IndonesiaPersada.id,” katanya.

“Sebagai organisasi yang mewadahi LPPL, ternyata tak mudah menjaga dan menjalankan roda serta ritme, sebagaimana organisasi pers pada umumnya. Mengapa? Banyak dinamika di dalamnya yang membutuhkan daya tahan dan daya juang tinggi, karena semuanya serba abu-abu,” jellasnya.

Ditambahkan Saifullah, meski sesungguhnya aturan dan ketentuannya jelas termaksut dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Publik.

“Karena berada di ranah abu-abu, maka membutuhkan konsistensi extra dalam menjalankan amanah anggota. Konsisten terhadap program-program kerja yang telah ditetapkan, yang riil dibutuhkan anggota,” tuturnya.

Masih dijelaskannya, ada empat program yang diputuskan saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I 2019. Sekaligus bersamaan dengan momen pengukuhan pengurus oleh Menteri Kominfo waktu itu, Rudiantara.

Pertama, program kelembagaan yang menargetkan seluruh daerah mendirikan LPPL. Dalam hal ini juga mengawal dan menjembatani jika ada anggota yang mengalami kendala perijinan.

Kedua, program peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM).
Ketiga, program siaran berjejaring. Keempat, mendorong peningkatan kesejahteraan SDM.

“Ke empat program tersebut berjalan saling berkesinambungan,” kata Saifullah.

Dari sisi kelembagaan, telah banyak anggota yang terbantu dan terdampingi. Meskipun belum bisa sepenuhnya 100%, karena masih ada anggota yang hingga saat ini status kelembagaan dan perijinannya belum tuntas karena berbagai kendala.

Dari sudut upaya meningkatkan kualitas SDM, berbagai pelatihan dan in house training telah berulang kali dilakukan.

Dari sisi program siaran berjejaring, baik yang rutin maupun insidentil, terlaksana secara produktif.

Dan dari segi mendorong peningkatan kesejahteraan SDM, para pimpinan LPPL dimotivasi untuk minimal kesejahteraan SDM LPPL Indonesia yang non ASN, setara dengan UMR di daerah masing-masing.

“Anggota, secara konkret banyak yang merasakan manfaat dari keempat program tersebut,” ungkapnya.

IndonesiaPersada.id terbukti menjadi oase bagi anggotanya. Misalnya dari sisi kelembagaan, banyak anggota yang terbantu ketika mengalami kendala perpanjangan ISR dan IPP, atau saat mengurus perijinan baru. Begitupun untuk pelatihan, siaran berjejaring, maupun peningkatan kesejahteraan SDM.

Mengakihir acara kemeriahan Anniversary 3st Persatuan Radio TV Publik Daerah seluruh Indonesia, dilaksanakan sharing session “The Way Of Radio Branding On Medsos” oleh anggota LPPL seluruh Indonesia. (kominfo/ahl)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini….