FRAS Sulteng Sebut Gubernur Rusdy Mastura Arogan dan Anti Demokrasi

Eva Bande

PALU, Kabar Selebes –Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah menyayangkan statement Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura yang meminta polisi menangkap korlap aksi penolakan IUP tambang emas PT Trio Kencana.

Koordinator FRAS Sulteng Eva Bande menyebut sikap tersebut makin menunjukkan arogansi dari gubernur itu sendiri. Bahkan dia menyebut Rusdy Mastura sangat anti pada demokrasi.

“Sebagai seorang pemimpin, sebaiknya Gubernur fokus pada tuntutan massa aksi yang berujung pada kericuhan, yaitu menuntut pencabutan IUP PT Trio Kencana. Apalagi aksi yang terjadi (12/02/22) kemarin merupakan momentum yang ditunggu masyarakat atas janji Gubernur yang akan menemui massa aksi. Namun itu nihil terjadi,” kata Eva Bande, Minggu (13/2/2022).

Aktivis agrarian itu menyebut, dia tidak melihat adanya narasi penyesalan yang dikeluarkan oleh Gubernur Rusdy Mastura karena ketidakhadirannya dalam aksi membuat aksi massa dibubarkan secara paksa sampai pada jatuhnya korban jiwa.

“Seruan penangkapan terhadap korlap aksi justru akan memperkeruh suasana. Hal ini sangat miris sekali,” tegas Eva.

Seharusnya kata dia yang harus dilakukan oleh Gubernur yaitu meminta Kapolri untuk mengusut tuntas dan mengadili pelaku penembak massa aksi;

“Meminta Kapolri memecat Kapolda Sulteng dan Kapolres Parigi Moutong dan meminta Kementerian ESDM untuk Mencabut IUP PT Trio Kencana,” tandas Eva.(*/abd)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….