Seorang Guru Dianiaya Orang Tua Siswa, PGRI Morowali Desak Polisi Agar Proses Hukum

Sejumlah guru-guru PGRI Morowali saat mendatangi kantor Polsek Bahodopi. Foto: Doc.

MOROWALI, Kabar Selebes – Seorang guru perempuan di sekolah dasar dianiaya salah satu orang tua siswa. Guru yang menjadi korban ini sedang mengajar dalam kelas. Orang tua siswa langsung masuk dan mengeluarkan kata-kata tak pantas.

“Saya dicacimaki dengan kata-kata yang tidak pantas (maaf-setan, anjing, binatang), sambil mendorong saya dan terjatuh dari kursi,” kata guru yang menjadi korban pada Rabu (9/3/2022).

Ditambahkan korban, bahwa pelaku juga mencakar wajah bagian kiri hingga berdarah.

Guru yang menjadi korban itu adalah pengajar di SDN Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sekitar puluhan guru-guru dari Persatuan Guru-guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bahodopi, mendatangi kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bahodopi.

Kedatangan guru-guru itu untuk meminta kepolisian agar pelaku penganiayaan di proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelaku harus di proses hukum,” ungkap guru-guru PGRI di kantor Polsek Bahodopi pada Kamis (10/3/2022).

Demikian juga dikatakan Kepala Sekolah SDN Labota, Sitti Alwia. Bahwa pihaknya sangat tidak menerima kejadian yang menimpa tenaga pengajar.

“Laporan yang kami masukan di Polsek Bahodopi ini agar benar-benar di proses secara hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Hal senada diutarakan Ketua PGRI Kecamatan Bahodopi, Pugu A Haryono. Bahwa kedatangan guru-guru di Polsek Bahodopi untuk melaporkan secara resmi kejadian yang menimpa rekan seprofesi.

“Ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sesama anggota PGRI,” akunya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Morowali, Amir Aminudin menegaskan, bahwa dirinya selaku Ketua PGRI Morowali mengutuk kejadian tersebut. Dan memberikan dukungan kepada PGRI Bahodopi untuk menempuh jalur hukum.

“Tindakan orang tua siswa ini tidak menghargai institusi pendidikan, apalagi kejadian ini saat guru sedang mengajar di dalam kelas, ini harus di proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (ahl)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini....