Muhammad Wartabone Sebut Islam Tertua Nusantara Berada di Sulawesi Tengah 

PALU, Kabar Selebes – Anggota DPD/MPR RI Muhammad J Wartabone menyebut Sulawesi Tengah sebagai peradaban Islam tertua kedua di Nusantara setelah Sumatera Barat.  

Karena itu menurutnya, Provinsi Sulawesi Tengah sangat tepat disematkan sebagai Serambi Haramain, yakni penggabungan antara Serambi Mekkah dan Madinah. Ia bahkan berkeyakinan dalam waktu dekat akan menggelar seminar nasional Islam Tertua Nusantara Indonesia, untuk  mendeklarasikan Provinsi Sulteng sebagai Serambi Haramain.  

“Kami menyakini berdasarkan hasil penelitian sejarah oleh Dosen Sejarah Universitas Tadulako Doktor Haliadi Sadi, yang menemukan kuburan Syekh Imam Syaban, dalam nisannya tertulis 168 Hijiriah atau 746 Masehi, di Desa Lolantang, Kecamatan Bulagi Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah,” ujar Muhammad Wartabone Kamis (17/3).   

Menurutnya, Syekh Imam Syaban di masa 746 Masehi sampai Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua pada tahun 1930 Masehi, dan semua tokoh-tokoh ulama dalam rentan waktu tersebut tidak boleh putus. 

“Salah satu tokohnya adalah Sayyid Aqil Al Mahdali. Itu juga saya sebutkan dalam pertemuan Akbar keluarga Sayyid Aqil Al Mahdali, di Masjid Arab Al Amin Malambora, Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, pada Sabtu 26 Februari lalu,” tutur Muhammad Wartabone.  

Dari hasil penelitian dilakukan DR Haliadi Sadi bersama DR Syamsuri, Dosen UIN Datokarama Palu, ada sekitar 60 ulama Sulteng dari mulai Guru Tua 1930 Masehi sampai Syekh Imam Syaban 746 Masehi. Para ulama tersebut harus dimunculkan dan tidak boleh putus. Hal itulah yang menjadi dasar sehingga Sulteng layak disebut serambi Haramain.  

Ia menyampaikan dalam dua pekan lalu, dirinya sempat berkeliling ke beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah, sebagai basis suara yang menjadi wilayah Dapil, mengantarnya menjadi salah satu anggota senator di DPD RI. Kegiatannya itu mendapat apresiasi dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wanita Sholawat Indonesia (Washotia), DR Hj Nilam Sari Lawira, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Pengurus Besar Persaudaraan Indonesia Berdzikir.  

“Saya sempat bersilaturahmi dengan keluarga besar Sayyid Aqil Al Mahdali, dan beberapa tokoh berpengaruh di Sulteng, termasuk keluarga para pejuang merah putih, untuk berkonsolidasi menjadikan Sulteng punya identitas, yaitu Islam tertua di Nusantara,” sebut Muhammad Wartabone. 

Ia menyakini, ketika Sulteng memiliki identitas Islam tertua di Nusantara, maka Sulteng akan menjadi serambi Haramain. Dan keuntungan akan diperoleh ketika Sulteng menjadi serambi Haramain. 

“Anak-anak yang lahir di Sulteng, bisa sekolah gratis di negara-negara Islam. Ini menjadi cita-cita panjang kedepannya. Semoga mendapat respon baik dari semua pihak,” tandasnya.(mit) 

Laporan : Dita Yuliana 

Silakan komentar Anda Disini....