Hanya Tausiyah 27 Menit, Gus Muwafiq Mampu “Hipnotis” Belasan Ribu  Warga Nahdliyyin Eks Moutong 

Gus Muwafiq Berceramah di hadapan ribuan umat Islam di Desa Kotanagaya

BOLANO LAMBUNU,  Kabar Selebes – Begitu secuil isi ceramah KH. Ahmad Muwafiq, S.Ag di lapangan  Pondok Pesantren Salafiyah Alhikmah Desa Kotanaya Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong Sulteng, Rabu 30 Maret 2022 pukul 13:20 Wita.  

Ulama dan budayawan kondang nasional itu dalam wejangan mengatakan, jika umat manusia di muka bumi, seharusnya menyadari bahwa hidup di dunia, hanya sekedar mempersiapkan diri.  

Jadi, kata ulama yang akrab disapa Gus Muwafiq itu berkata, hidup ini terserah sampeyan, mau hidup sistem paket hemat atau paket irit. ” Rajin sholat tapi sering togel (toto gelap, red),  gak apa-apa, monggo. Kan kalau ketahuan akan diurus polisi, kalau tidak ketahuan, akan diurus  malaikat.  Kan gampang, hidup ini jangan di bikin susah,” kelakar penuh makna. 

Selain itu pula, ulama yang berdomisili di Kab. Sleman Yogyakarta itu mengangkat kemulian seorang perempuan. Gus Muwafiq memaknai seorang perempuan, bagaikan ladang persawahan. “Jika sawahnya ingin berhasil. Maka harus diberi pupuk. Begitu juga dengan perempuan, harus di rawat. Buat perempuan itu selalu menarik. Belikan skin care agar penampilannya menarik. Kasih pegang uang, pasti segala urusan rumah tangga akan beres,” tausiyahnya sambil disambut gemuruh tepuk tangan kaum ibu-ibu. 

Pantauan Kabar Selebes, sebanyak 26 blok tenda  yang disiapkan oleh panitia, tak mampu menampung umat Islam yang berasal berbagai kecamatan yang ada di wilayah utara Kab. Parigi Moutong seperti Kec. Moutong, Taopa, Bolano, Ongka Malino, Mepanga, Tomini hingga kecamatan  tuan rumah, Kec. Bolano Lambunu, pun penuh sesak. Bahkan  nampak seratusan warga terpaksa duduk beratapkan langit. 

Sayangnya, ulama yang terkenal memiliki ciri khas rambut gondrong itu, hanya berceramah kurang dari 30 menit. Penyebabnya, karena cuaca wilayah yang jadi rute jalur helikopter milik Polda Sulteng, tak bersahabat alias angin kencang.  

“Cuaca yang jadi jalur lintasan helikopter cukup kencang jika pukul tiga sore. Sehingga membahayakan penerbangan helikopter,” jelas Kombes Ahdiatna Irwasda Polda Sulteng yang mendampingi Gus Muwafiq dalam perjalanan dari Palu ke Kotanagaya. 

Sehingga, banyak warga yang tak puas bahkan masih ulama Nahdlatul Ulama itu beranjak ke lapangan heliped, masih nampak ratusan warga yang berdatangan. “Tausiyah beliau saya ta gantong, karena baru saja saya duduk, eh so selesai, ” tutur Aksan Tandiwali, warga asal Desa Tinombala Kec. Ongka Malino, penasaran. 

Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Alhikmah KH Ahmad Wargono, menerangkan, jika pihaknya tak menyangka umat Islam yang menghadiri tabligh akbar, sangat antusias. “Kami siapkan sebanyak 26 blok tenda. Tapi tetap tidak mencukupi,” terangnya 

Kyai yang pernah merintis pondok pesantren di Kec. Tiloan Kab. Buol itu pun menyampaikan permintaan maafnya kepada umat Islam yang tak kebagian tempat duduk. “Kami minta maaf, kami telah maksimal.  Terpennting masyarakat muslim tetap dapat tempat, meski tak sesuai harapan,” maafnya serius. 

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak karena tabligh akbar ini  terbilng sangat sukses. “Terima kasih kepada panitia yang bekerja keras. Pihak kepolisian dan TNI serta Anshor/Banser yang telah mengamankan acara ini,” ucapnya. 

Hadir dalam gawean ini, pihak Kanwil Kemenag Sulteng, Kemenag Kab. Parigi Moutong, Anggota DPRD Sulteng dari fraksi Nasdem Ibrahim Hafid, DPRD  Kab. Parigi Moutong Sukiman Tahir dari PKB, Kombes Ahdiatna Irwasda Polda Sulteng mewakili Kapolda Sulteng dan Kapolres Parigi Moutong AKBP Yudy Arto Wiyono. (hcb) 

Laporan : Hasan CL. Bunyu 

Silakan komentar Anda Disini….