Dua Sekolah Alkhairaat Jadi Sekolah Pertama Gelar Pawai Obor Sambut Ramadhan di Taopa

Pawai obor MTs dan SMA Alkhairaat sambut buan Ramadhan di Taopa (foto :Hasan Bunyu)


TAOPA, Kabar Selebes“Ramadhan tiba, Ramadhan tiba, Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan. Ramadhan tiba semua bahagia, Tua dan muda bersuka cita, Bulan ampunan bulan yang berkah, Bulan terbebas api neraka ….”


Penggalan lirik alunan puji-pujian sambut ramadhan itu, dinyanyikan oleh tak kurang dari 400-an pelajar di dua sekolah agama yang terletak di Desa Palapi Kec. Taopa Kab. Parigi Moutong Sulteng.
Dua sekolah tersebut adalah MTs Alkhairaat Palapi dan SMA Alkhairaat Taopa. Mereka melaksanakan pawai obor sambut bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah, pada Kamis, 31 Maret 2022 mulai pukul 20:00 Wita.


Sekretaris Kecamatan Taopa Suhartono Ali Lampasio, S.Sos mewakili Camat Taopa, sesaat sebelum melepas pawai obor mengajak kepada civitas Alkhairaat, agar senantiasa memuliakan bulan Ramadhan. “Hendaknya kalian memanfaatkan dengan baik bulan Ramadhan akan datang dengan menimbah ilmu,” pesannya.


Mantan Kepala Bidang Palayanan Medik RSUD Tombolotutu Tinombo itu pula merasa bangga, dikarenakan siswa-siswi MTs dan SMA Alkhairaat Taopa sebagai awal penyemarak dalam memeriahkan bulan suci Ramadhan. “Saya berpesan kepada anak-anakku semua, kiranyatetap santun dan sopan terhadap pengguna jalan yang melintas di jalur Trans Sulawesi ini,” pesannya penuh harap.


Kepala Sekolah SMA Alkhairaat Taopa Candra Setiawan, S.Pd mengatakan, Pawai obor tersebut merupakan salah satu upaya mengangkat kembali tradisi turun temurun saat menyambut datangnya Ramadhan. “Hanya saja dalam dua tahun belakangan ini, tidak diadakan karena adanya pandemi Covid-19. Saat ini sudah memukai aman. Jadi, kami memulai menghidupkan lagi tradisi ini,” terangnya.


Kepada Kabar Selebes yang menemuinya disela-sela arakan pawai obor, Gus Cand—demikian sapaan akrabnya—, mengungkapkan kegembiraannya, karena anak didiknya bisa turut andil memeriahkan dalam menyambut bulan Ramadhan 2022.


“Ini merupakan bentuk rasa syukur dan mempererat tali silaturahim antara kaum muslimin yang sebentar lagi akan melaksanakan ibadah puasa bersama-sama,” syukur pria yang juga sebagai wakamad MTs Alkhairaat Palapi.


Adapun rute pawai obor tersebut memulai star dari kantor Camat Taopa berdasarkan jarak waktu tempuh melalui jalan Trans Sulawesi sejauh 2,9 km hingga finish di halaman masjid Nurul Islam Desa Palapi. “Karena anak-anak long marchnya jalan santai, maka diperkirakan mencapai finish sekitar 1 jam, ” kata Candra.


Selain itu, kata pria yang jadi Pendamping Desa di Kec. Taopa itu, pawai obor yang dilaksanakan rutin tiap tahun ini diharapkan bisa mempererat tali silaturahmi. Dan ajang saling maaf memaafkan sebelum Ramadhan. “Mudah-mudahan di bulan suci Ramadhan nantinya seluruh ibadah yang kita laksanakan akan diterima. Dan mendapatkan ganjaran pahala dari allah SWT,” ujarnya sambil diaminkan beberapa siswa yang bersamanya.


Nampak juga animo masyarakat sangat antusias menyaksikan semarak cinta Ramadhan yang dipertontonkan oleh kedua sekolah berbasis pendidikan agama terbesar di Indonesia bagian timur itu. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang akhirnya memilih untuk ikut bersama-sama berjalan kaki.
“Saya sangat terharu melihat tinggi rasa cinta anak-anak terhadap bulan suci ini. Terus terang kami rindu suasana seperti ini yang dua tahun akhir-akhirnya ini, dilarang untuk pawai ramadhan,” syukur Nazaruddin warga Dusun 5 Desa Palapi.


Hal tersebut pun senada dengan penuturan Fadhillah M. Latje, S.Ag. Guru MTs Alkhairaat Palapi itu mengungkapkan, jika sejak di bangku sekolah anak-anak ditanamkan rasa cinta terhadap bulan kesembilan dalam kalender hijriyah. “Kan kita ajarkan pada anak-anak, bahwa siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya disentuh oleh api neraka,” ungkap Fadhillah mengutip salah satu hadits tentang kemulian bulan Ramadhan.


Setibanya di lapangan Masjid Nurul Islam Palapi, Kades Palapi Umir Toini memberikan gambaran dalam memeriahkan bulan Ramadhan tahun 1970an. ” Ini memberikan tapak tilas bagi kami, membuka kenangan indahnya ramadhan pada tahun 1970an. Semoga kesan indah ini selalu dipertahankan di kampung kita ini,” kenangnya dengan uraian air mata. (hcb)


Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….