Program Makmur PKT Tingkatkan Hasil Padi Sidrap hingga 8,5 Ton per Hektare

Panen raya padi program Makmur dari Pupuk Kaltim.(Foto: Dok)

MAKASSAR, Kabar Selebes – Pengembangan program Makmur terus digencarkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), dalam mendorong produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Kali ini, program Makmur PKT berhasil tingkatkan hasil padi di Desa Timoreng Panua Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan, dengan rata-rata 8,5 ton per hektare dari sebelumnya maksimal 5 ton per hektare. Keberhasilan ini ditandai panen raya padi oleh Manajemen dan Komisaris PKT, bersama perwakilan Pemkab Sidrap dan stakeholder terkait, Kamis (31/3/2022). 

BACA JUGA :  Gunakan NPK Pelangi JOS, Hasil Kentang Modoinding Minahasa Selatan Naik 55 Persen

SEVP Bussines Support PKT Meizar Effendi, mengatakan program Makmur kali ini dilaksanakan diatas lahan seluas 391,02 hektare, dengan menggandeng 324 petani setempat. Melihat kenaikan hasil gabah kering hingga 3,5 ton per hektare, semakin membuktikan program Makmur PKT mampu menjadi solusi dalam mendorong produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani secara signifikan. Program ini merupakan salah satu fokus PKT bersama Pupuk Indonesia melalui sinergi BUMN, guna mendorong pengembangan sektor pertanian dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA :  Lewat Baznas, PKT Tunaikan Zakat secara Professional dan Transparan

“Khusus Kabupaten Sidrap, program Makmur PKT tahun 2022 menargetkan seluas 506,5 hektare dan saat ini terealisasi 391,02 hektare. Seluruh lahan tersebar di 11 Kecamatan dengan padi sebagai komoditas utama,” kata Meizar. 

Program Makmur juga langkah aktif PKT untuk mengajak generasi muda kembali bertani dan melirik pertanian sebagai sektor potensial, sekaligus mendorong peningkatan penggunaan pupuk non subsidi untuk mengurangi ketergantungan petani akan pupuk subsidi. Melalui optimalisasi tata kelola pertanian pada program Makmur, produktivitas hasil yang jauh lebih tinggi diharap sejalan dengan tingkat kesejahteraan petani, karena didukung kepastian pembelian hasil panen oleh offtaker secara kontinyu. 

Silakan komentar Anda Disini....