SMPN 1 Model Taopa Cetak Rekor MURI Pertama Bidang Pendidikan di Sulteng

SMPN 1 Model Taopa, sekolah favorit di Taopa (foto : Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes – Bulan Ramadhan 1443 Hijriyah ternyata membawa berkah bagi SMP Negeri 1 Model Taopa. Pasalnya, sekolah negeri satu-satu di Kecamatan Taopa itu, baru saja memperoleh piagam bergensi berupa penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada malam puncak acara Festival Literasi Nasional 2022 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu, 23 Maret 2022 lalu.

Rekor yang dicetak sekolah lanjutan yang didirikan tahun 1997 silam itu, setelah mengikuti program literasi yang diselenggarakan oleh  Nyalanesia (program pengembangan literasi nasional, red) selama bulan April 2021 hingga Maret 2022 dalam bentuk “Buku Fiksi dan Non Fiksi Terbanyak”.

Ketua Pelaksana Festival Literasi Nasional 2022, Antonius Raditya Pramono mengatakan, atas inisiasi banyaknya  karya-karya kreatif yang bermunculan dari generasi muda Indonesia. Karenanya, Nyalanesia mewujudkan apresiasi atas karya kreatif tersebut pada puncak malam penghargaan Festival Literasi Nasional.

“Penghargaan untuk mengapresiasi ribuan siswa dan guru terbaik yang telah berani berkarya. Diumumkan saat malam puncaknya akhir Maret lalu,” jelas Radit—sapaan akrabnya—, dalam press releasenya yang diterima Kabar Selebes, Rabu, 6 April 2022 subuh.

Dirinya memaparkan, sejak pertama di umumkan kompetisi ini pada tahun 2021 lalu, terdapat 162.118 karya tulis kolaborasi antara guru dan siswa dari 1.300 lebih sekolah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Program literasi Nyalanesia di tahun 2021 lalu diikuti lebih dari 1.000 sekolah dalam tema cerita fiksi dan non fiksi. Dan SMP Negeri 1 Taopa sebagai penulis fiksi dan non fiksi  terbanyak dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sehingga lanjutnya, sekolah yang pertama kali di kepalai Hasan A. Badjerey itu, berhak mendapatkan penghargaan MURI.

“Tujuan pemberian rekor  Muri sebagai bentuk prestasi superlative putra-putri SMPN 1 Model Taopa di bidang keahliannya, serta menjadi sarana pencatat sejarah yang menginspirasi profesionalisme dan integritas generasi penerus di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Model Taopa Muslim, S.Pd bersyukur atas pencapaian anak didiknya dalam mengikuti festival ini.

“Ini pertama kalinya sekolah kami berpartisipasi. Dan alhamdulillah bisa menang bahkan mencetak rekor MURI,” syukurnya saat dihubungi media ini via aplikasi whatsApp, Rabu (6/4/2022) pukul 06:12 Wita.

Muslim juga memaparkan, pada festival lalu,  anak didiknya mengikuti ajang tersebut hanya 50 siswa dengan mengirimkan masing-masing paling sedikit dua judul puitisasi.

“Insya Allah pada festival selanjutnya, kami akan mengikuti festival di bidang cerpen (cerita pendek) dengan jumalh peserta kita tingkatkan menjadi 100 siswa,” ucap kepala sekolah berjiwa inovatif tersebut.

Disisi lain kata suami dari Listiani Kaluku itu mengucapkan, jika prestasi tertinggi kali ini, tidak terlepas dari visi sekolah yang terletak di perbatasan Desa Taopa dan Taopa Barat tersebut dalam upaya mencetak anak didik yang cerdas, religius, disiplin dan berbakat sesuai kemampuan masing-masing.

“Jadi, kita mendorong para siswa-siswi untuk berprestasi dalam bentuk apapun yang sesuai dengan karakter masing-masing,” pimpinan sekolah bermotto “Prestasi Yes, Jujur Harus” itu. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini....