ANC Rutin Saja Tidak Cukup, Pentingnya Mengetahui Faktor Faktor yang Mempengaruhi Ibu Hamil KEK

Nurhaliza Rahmadani

MASALAH Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan masalah yang sudah ada sejak dahulu dan masih menjadi focus perhatian dunia hingga saat ini, tercantum pada target pencapaian global SDGS (Sustainable Development Goals)tahun 2030, Goals ketiga untuk menciptakan kehidupan sehat dan sejahtera, mengurangi rasio Angka Kematian Ibu (AKI) hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup (BAPPENAS Republik Indonesia, 2017)

Di Indonesia Riskesdas Tahun 2017 menunjukan presentase wanita hamil menderita kekurangan energi kronik yakni sebanyak 14,8%. kemudian pada Riskesdas tahun 2018 angka Bumil KEK di indonesia meningkat kembali menjadi 17,3 %. Di Kota Palu tahun 2018 didapatkan sekitar 750 Bumil KEK dari seluruh total puskesmas kota palu, Wilayah Palu utara cukup masih tinggi, khususnya di wilayah Puskesmas Tawaeli terdapat 80 Kasus, wilayah kerja Puskesmas Pantoloan terdapat 56 Kasus dan Puskesmas Mamboro 33 Kasus (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, 2018)

Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan ibu hamil kekurangan gizi yang telah berlangsung lama, bisa terjadi sejak sebelum hamil. Ibu hamil dapat diketahui mengalami KEK bila dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm atau di bagian merah pita LILA.  Masalah ini penting untuk diselesaikan karna Ibu Hamil dengan kondisi KEK berpotensi membahayakan nyawa ibu dan bayi serta dapat menyebabkan siklus kekurangan gizi berkelanjutan, ibu hamil dengan KEK beresiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) yaitu bayi yang kurang dari 2,5kg dan bayi beresiko tinggi akan mengalami stunting (Supariasa, 2002).

BACA JUGA :  Kolom Anda : Jangan Abaikan Aspek Gender dalam Relokasi Anggaran Penanganan Covid-19

Pencegahan ibu hamil KEK harus tepat agar penangananya cepat. hal tersebut dapat dicapai dengan mengetahui karakteristik mayoritas Populasi karna setiap daerah memiliki karakteristiknya sendiri dan tidak bisa disamakan antara yang dikota dan di desa, oleh karena itu  hal ini melatar belakangi penulis tertarik untuk meneliti mengenai Karakteristik ibu hamil KEK, penelitian ini dilakukan pada 59 orang ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Kecamatan Palu Utara dari bulan Juli-Desember 2021 dengan cara Pengumpulan data yaitu dari rekam medis dan ditelusuri kembali dengan wawancara, analisis data dilakukan secara deskriptif dengan program statistik SPSS

Bagaimana karakteristik ibu hamil Kekurangan Energi kronis di Palu Utara ?

Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa karakteristik ibu hamil Kekurangan Energi kronis di Palu Utara tahun 2021 adalah sebagai berikut :

  1. 78.0% ibu hamil KEK di kecamatan Palu Utara dengan usia produktif rentang usia 20-35 tahun.
  2. 55.9% ibu hamil KEK di kecamatan Palu Utara dengan Paritas Nullipara yang artinya ibu belum pernah melahirkan bayi hidup atau baru pertama hamil.
  3. 89.8% ibu hamil KEK di kecamatan Palu Utara berpendapatan rendah.
  4. 64.4% ibu hamil KEK di kecamatan Palu Utara berpendidikan menengah atau dengan pendidikan terakhir tamat SMA.
  5. 37.3% ibu hamil KEK di kecamatan Palu Utara memiliki jarak kehamilan sebelumnya yang beresiko yaitu ≤2 tahun.
  6. 86.4% memiliki Riwayat ANC Rutin yang didominasi oleh responden dengan paritas Nulipara (47.5%) juga didominasi oleh responden dengan tingkat pendidikan SMA (59.3%).
BACA JUGA :  Perempuan Menolak RUU Cipta Kerja yang Bermasalah

What Next, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah ini ?

Masalah ini tentunya tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dari bebagai pihak, sehingga penulis ingin menyarankan terutama kepada institusi pelayanan kesehatan dan  petugas puskesmas agar senantiasa mengedukasi calon ibu dan ibu hamil agar tidak terjadi KEK pada ibu hamil, juga memantau penanganan gizi yang diberikan.

Faktor ekonomi jelas berdampak terhadap pilihan seseorang, dari wawancara yang dilakukan kepada responden paling banyak merupakan yang berpendapatan dibawah UMP dengan rentang pendapatan keluarga dari 500rb-2jt rupiah/ bulan. Mayoritas Ibu hamil KEK di Kecamatan Palu Utara merupakan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).  juga diperoleh informasi bahwa Penanganan yang diberikan dari puskesmas yang berupa bahan makanan sering kali tidak dikonsumsi langsung oleh ibu KEK tersebut, melainkan di sajikan untuk satu keluarga alias menjadi konsumsi keluarga, Sehingga hal ini bisa juga menjadi pertimbangan Puskesmas untuk mensiasati pemberian penanganan kepada ibu KEK dengan makanan yang berupa makanan siap saji.

BACA JUGA :  Kolom Anda : IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN MELALUI KETELADANAN ( LEADING BY EXAMPLE )

Merubah ekonomi suatu keluarga tentunya bukanlah tugas yang mudah, Kelompok ibu PKK dapat diaktifkan untuk membantu melatih mengembangkan skill ibu rumah tangga di wilayah sekitar, pelatihan agar ibu rumah tangga dapat berdaya,kreatif dan dapat memiliki penghasilan yang lebih baik.

Kepada institusi pendidikan dan mahasiswa agar dapat mengadakan bakti sosial di wilayah ini, mengedukasi dan membantu percepatan penanaganan ibu hamil KEK dan pencegahan siklus kekurangan  gizi yang berkelanjutan.(*)

Penulis : Nurhaliza Rahmadani1 , Nita Damayanti2

1Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

2Bagian IKK-IKP Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Silakan komentar Anda Disini....