“Ledakan” Pengunjung Pasar Rabu Taopa Mulai Ramai Jelang Dua Pekan Lebaran

TAOPA, Kabar Selebes – Kawasan Pasar Tradisional Olongian Desa Taopa Kec. Taopa, macet di serbu pembeli jelang dua pekan Hari Raya Idul Fitri 2022.


Pantauan Kabar Selebes di lokasi, Rabu 20 April 2022 pukul 08: 35 Wita, pengunjung yang berasal Kec. Moutong, Bolano dan Bolano Lambunu serta warga setempat, mulai memadati pasar yang hanya beroperasi setiap hari rabu dalam sepekannya.


Meski pasar bekas arena MTQ Kab. Parigi Moutong tahun 2015 itu terletak di lorong, tak menjamin lancarnya arus lalu lintas di jalan Trans Sulawesi. Buktinya, kadang pengguna jalan harus menunggu giiran melintasi jalur lintas nasional itu.


Penyebabnya, “banyak sekali mobil dan motor memarkirkan kendaraannya menggunakan sebagian bahu jalan,” ucap Daeng Saing, sopir truk pengangkut mobil tujuan Manado, Sulawesi Utara tersebut.


Akibatnya, suara klakson antar kendaraan bersahutan satu sama lainnya. Pengendara tampak tidak sabar menunggu giliran untuk melintas. Terlihat kendaraan bentor ,(becak motor, red) saling mendahului keluar masuk ke salah satu pasar terbesar di wilayah Eks Moutong. Itu belum lagi pedagang ayam kampung yang menjadikan sebagian bahu jalan sebagai tempat jualan, kian memperparah kemacetan.


Salah seorang warga Desa Wanamukti Kec. Bolano, Susi Rahayu(30), menuturkan mengunjungi pasar Taopa untuk membeli kebutuhan menjelang Lebaran. “Mau beli kebutuhan sehari-hari sambil sambil cari baju-baju lebaran bat anak-anak,” kata Susi sambil memilih pakaian.


Warga lainnya, Umir Toini (45), juga tengah berburu pakaian lebaran. “Saya masih cari-cari songkok model Padang. Tapi so keliling pasar ini, belum juga ketemu,” ucapnya.


Kades Palapi Kec. Taopa itu mengaku, jika tahun ini tak mencari baju lebaran. “Baju lebaran tahun lalu masih bagus. Jadi masih bisa di pakai. Insya Allah tahun depan baru beli,” ujarnya merendah.


Sementara itu, warga lainnya, Ismail (58) menuturkan dirinya pada pasar Rabu ini, lebih menfokuskan belanja sembilan bahan pokok alias sembako. Seperti beras, kopi, gula serta kebutuhan dapur lainnya.

“Kan masih ada pasar Rabu depan untuk belanja pakaian lebaran. Yang ini saja dulu. Kan sangat dibutuhkan,” tuturnya.


Terlebih lagi sambungnya, dirinya sengaja beli beras satu karung isi 50 kilogram. “Sebagian saya gunakan untuk pakai bayar zakat fitrah pak, “sambung warga Desa Aedan Kec. Moutong itu.

Disisi lain, Ka Dadi pedagang pakaian menjelaskan, jika dagangannya kali ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan, terutama baju dan sandal.

” Alhamdulillah pak, cukup laris. Dari pagi tidak berhenti orang datang belanja. Baju yang banyak di beli pak, “jelasnya senang.


Pedagang asal Provinsi Gorontalo itu yakin, jika Rabu depan yang merupakan hari Rabu terakhir di bulan Ramadhan tahun, akan terjadi peningkatan pengunjung yang sangat drastis. Ia pun akan membawa dagangannya tiga kali lipat.

” ini saja pak, yang biasanya dagangan saya 8 karung, saya tambah jadi 15 karung, sisa sedikit. Itu belum minggu depan, pasti tambah banyak pembeli, jadi saya mau bawa sekitar 25 karung,” yakinnya. (hcb)


Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini....