Aktivis Perempuan Poso Lian Gogali Raih Penghargaan Four Freedom Awards 2022

Aktivis perempuan Poso Lian Gogali saat menerima penghargaa Four Freedom Awards 2022.(Foto: AMSI)

PALU, Kabar Selebes – Aktivis perempuan asal Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Lian Gogali meraih penghargaan bergengsi Four Freedom Awards 2022 oleh lembaga nirlaba Roosevelt Foundation. 

Lian yang dikenal sebagai pendiri Institute Mosintuwu ini meraih penghargaan untuk kategori Freedom of Worship Awards. Presenter sekaligus aktivis asal Belanda Jacobine Geel menyerahkan medali tersebut kepada Lian Gogali pada 21 April 2022.  

Dalam seremoni tersebut, sejumlah tokoh penting seperti Anna Eleanor Roosevelt, cucu Presiden FD Roosevelt, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, serta keluarga Kerajaan Belanda ikut menyaksikan penganugerahan medali.

Four Freedom Awards merupakan penghargaan internasional yang diberikan kepada mereka yang berkomitmen terhadap empat prinsip demokrasi; freedom of speech and expression, freedom of  worship, freedom from want, dan freedom of fear. Empat prinsip ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden AS Franklin D. Roosvelt pada 6 Januari 1941. 

Penghargaan Four Freedom Awards sendiri mulai digelar pada 1982. Beberapa sosok penting seperti Harry S. Truman, Putri Juliana dari belanda, John F. Kennedy, William Fullbright, hingga Nelson Mandela pernah menerima penghargaan ini. 

Selain Lian Gogali, penghargaan tahun ini juga diberikan kepada penggiat demokrasi Belarusia Sviatlana Tshikhanouskaya, aktivis HAM asal Kenya Nice Leng’ete, serta musisi Vietnam Mai Khôi Do Nguyen. 

Dalam keterangan resminya, Roosvelt Institute menyebut Lian Gogali menerima penghargaan atas komitmennya yang teguh dan berani terhadap dialog antaragama dan kebebasan beragama di Poso, Sulawesi Tengah. Lian yang membentuk Institut Mosintuwu mendorong perempuan dari berbagai desa, latar belakang etnis dan agama untuk berperan aktif dalam perekonomian desa dan masyarakat.  

“Kisah Lian Gogali dan Institut Mosintuwu menunjukkan bagaimana satu individu dapat membuat perbedaan dan secara positif mempengaruhi kehidupan banyak orang,” tulis Komite Penghargaan dalam keterangan resminya.  

Menanggapi penghargaan tersebut, Lian mempersembahkan medali itu untuk para perempuan di Poso.

“Teruntuk ibu-ibu, para perempuan Poso juga kawan-kawan keren di Mosintuwu yang luar biasa membuat saya belajar, berproses dan bertumbuh. Terimakasih dan hormat,” ujar Lian melalui laman instagram miliknya. 

Merlian Gogali yang akrab disapa Lian merupakan aktivis perempuan kelahiran 28 April 1978. Saat ia sedang menempuh Master di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, konflik Poso pecah pada periode 1998-2021. Lian lantas melakukan penelitian untuk mencari tahu penyebab konflik tersebut. 

Setelah banyak berinteraksi dengan para perempuan dan anak-anak selama bertahun-tahun, Lian akhirnya mendirikan Institut Mosintuwu pada 2009. Organisasi ini fokus pada hak-hak ekonomi, sosial, politik dan budaya kaum perempuan. Bermula dari dua uni sekolah, saat ini Mosintuwu sudah berkembang hingga memiliki belasan sekolah. (*/abd)

Laporan : Abdee Mari / Sumber : Katadata & AMSI

Silakan komentar Anda Disini....