Sambangi Taopa, Bupati Tinjau Lokasi  Pemetaan Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Moutong

Bupati Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu di lokasi calon ibukota Kab. Moutong yang terletak di Desa Palapi Kec. Taopa, Senin 25 April 2022 pukul 08:56 Wita. (Foto: Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes – Sinyal pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Moutong, nampak menunjukkan titik terang. Hal itu di buktikan adanya kunjungan Bupati Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu di lokasi calon ibukota Kab. Moutong yang terletak di Desa Palapi Kec. Taopa, Senin 25 April 2022 pukul 08:56 Wita.

Di hadapan tim pemekaran dan masyarakat Eks Moutong yang turut menyaksikan peninjauan itu, bupati Samsurizal Rizal menilai, jika lahan seluas 325 hektar itu, sangat cocok menjadi pusat pemerintahan Kab. Moutong nantinya. “Dari 325 hektar ini, dibutuhkan untuk perkantoran hanya 50 hektar. Jadi saya liat sudah tidak ada masalah lagi soal tempat,” ucapnya di hadapan warga camat se-Eks Moutong dan Kades se-Kecamatan Taopa.

Selain itu, Suami politikus Partai Gerindra Sulteng Dra. Hj. Noor Wachida Prihartini itu mengingatkan, agar memastikan status lahan yang bakal dijadikan pusat pemerintahan Kab. Moutong sesuai dengan tata ruang. “Dan yang terpenting tidak ada sengketa dengan masyarakat pengelola lahan. Agar di belakang hari tidak muncul tuntutan dari pengelola lahan yang bisa menghambat pemekaran ini,” tegas Syamsurizal.

Lebih lanjut, Samsurizal menekankan, ketika resmi menjadikan kabupaten definitif, Pemerintahan kabupaten yang berada di bibir Teluk Tomini itu, akan segera mengucurkan dana untuk pembangunan kantor bupati.

“Sebelum dibangun, pastikan lahan tidak bermasalah. Karena ada masalah, ke depannya akan mengganggu proses pembangunan dan roda pemerintahan di daerah pemekaran ini,” ungkap mantan Komandan Batalyon TNI AD 731 KODAM XVI Pattimura itu.

Jadi, kata salah satu lulusan terbaik Contra Intelligence SAS England Inggris ini, pemerintah se-Eks Moutong bersama masyarakat  menyambut dengan baik tim Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan melengkapi berkas terakhir.

“Insya Allah mereka akan datang antara tanggal 23-29 Mei 2022 untuk melengkapi berkas kedua. Termasuk lokasi cadangan perkantoran. Dan lokasi cadangan ini, wajib haru ada,” tegasnya ketika di cegat KabarSelebes.id sesaat sebelum beranjak pulang.

Seminggu kemudian, kata bupati, tepatnya sekitar tanggal 6 Juni 2022,  tim RUU ini, akan kembali lagi untuk memaparkan hasil tulisan dan riset mereka. “Saya minta berikan pelayanan terbaik kepada. Tapi tak perlu berlebihan. Karena tujuan utama mereka yaitu melihat langsung  sejauh mana  persiapan kita dengan pemekaran ini, katanya.

Bupati pun mengharapkan kembali untuk menyiapkan kantor-kantor sementara yang tidak boleh di sewa.

“Ada sembilan kantor awal yang harus di siapkan. Antara lain kantor bupati, DPRD, PMD, Dikjar, Inspektorat, Kesehatan, Pertanian, Perikanan dan Bappeda,” sambungnya.

Penerima penghargaan Satya Lencana Kesetiaan XXIV dari Presiden RI ke-6  Soesilo Bambang Yudhoyono itu menampik,  jika pemekaran ini berbau politik. “Saya tegaskan di sini, ini bukan politik. Sekaki lagi, ini bukan politik. Tapi murni dari perjuangan Pemerintah Kab. Parigi Moutong. Dan saya berjanji, sebelum saya pensiun (selesai masa jabati bupati,red), Eks Moutong sudah menjadi daerah otonomi baru,” janjinya  serius.

“Saya kasian liat kamu orang jauh-jauh pergi ke Parigi, hanya untuk mengurus beberapa berkas yang sebenarnya sangat cepat proses penyelesaiannya. Tapi jarak jauh menjadikan hal itu bisa lama,” lirihnya dengan suara terbata-bata.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rinaldi Rosdul SH memaparkan, jika dalam pengukuran pertanahan, lokasi calon perkantoran pemerintahan Kab. Moutong yang terletak di daerah pantai wisata Moian, tidak ada masalah.  “Setelah kami ukur ulang melalui drone dan peninjauan langsung ini.  Lokasi ini tidak masuk dalam lahan Hak Guna Usaha (HGU) dan lokasi calon bandara. Jadi jauh. Sehingga tidak ada hambatan,” jelasnya kepada media  ini sambil menunjuk peta lokasi yang tekah di ukur.

Rupanya “angin segar” ini mendapat respon baik dari Ketua tim pemekaran Kab. Moutong Drs Yasir, MM. Kepada media ini Yasir mengucapkan terima kasih karena bupati dua periode itu, menunjukkan hal serius dalam usaha menjadikan daerah Eks Moutong menjadi daerah otonomi baru. “Selama ini masih banyak masyarakat maupun tokoh-tokoh yang meragukan pemekaran ini. Nah, dengan kunjungan ini, semoga bisa menjawab keraguan masyarakat, terutama tokoh-tokoh elit Eks Moutong,” ujarnya serius.

Terlebih lagi sambungnya, sudah saatnya warga Eks Moutong mempersiapkan diri menyambut pemekaran yang kian dekat dengan hasil.

“Tak perlu lagi ada cerita-cerita miring. Siapkan diri saja, untuk menjadi bagian dari pemerintahan otonomi baru ini,” harap tokoh pejuang Kabupaten Moutong ini.

Sebagaimana diketahui, pemekaran calon kabupaten yang  berbatasan langsung dengan Kab. Pohuwato Prov. Gorontalo itu, mendapat perhatian serius dari Anggota DPD RI Muhammad J Wartabone. Wartabone diminta oleh Kepala Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI, Lidya Suryani Widayati, untuk menyusun dan memaparkan makalah atau kertas kerja sebagai bahan masukan dalam penyiapan naskah akademik (NA) dan RUU tentang Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tomini Raya dan RUU tentang Kabupaten Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah  (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini....