Jangan Khawatir, Kebutuhan Pangan di Sulteng Tersedia Jelang Lebaran

Wakil Gubernur Sulteng Ma'mun Amir saat meninjau stan pasar tani.(Foto: Mitha)

PALU, Kabar Selebes – Bahan pangan pokok di Sulawesi Tengah (Sulteng) tersedia di pasaran, sehingga warga diharapkan tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Berbagai bahan pangan tersebut juga diperjualbelikan dalam Pasar Tani, yang digelar Badan Karantina Pertanian (Barantan) di halaman Balai Karantina Pertanian Palu, Rabu hingga Kamis (27-28/4/22).

Untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di pasaran, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama dan Informasi Perkarantinaan, Barantan, Junaidi, didampingi Kepala Karantina Pertanian Palu, Amril, telah meninjau sejumlah pasar tradisional, khususnya di Kota Palu, untuk memastikan ketersedian bahan pangan menjelang hari raya 1443 Hijriah, dalam keadaan aman.

“Kita memastikan bahwa di Sulawesi Tengah ini dua belas bahan pokok ada. Jadi gelar pasar tani ini diinisiasi Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo. Beliau berinisiatif melihat situasi dan kondisi yang ada di lapangan, masyarakat kita ini ada timbul keresahan akibat dari beberapa komoditas yang langka, disamping itu juga harga agak meningkat,” urai Junaidi usai pembukaan Pasar Tani, yang di hadiri Wakil Gubernur Sulteng, Ma’mun Amir, serta warga Kota Palu yang akan berbelanja, Rabu (27/4).

Selain merupakan inisiasi dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, untuk mengantisipasi lonjakan harga dan mendekatkan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhannya, Pasar Tani juga digelar setelah Barantan melakukan aksi turun lapangan ke beberapa pasar tradisional di Kota Palu, jelang masa lebaran tiba, yang bertujuan untuk memantau ketersediaan 12 bahan pangan pokok.

Kegiatan peninjauan pasar merupakan bagian dari pelaksanaan pemantauan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Sesuai dengan arahan Mentan, agar seluruh jajaran di Kementerian Pertanian turun lapang di seluruh lokasi strategis.

Dari masing-masing lapak pedagang di Pasar Tani, diketahui ketersediaan dan harga bahan pangan utama seperti beras, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai keriting, daging sapi, daging ayam, serta aneka sayur, termasuk tempe, masih dalam kondisi yang aman. Begitu juga buah-buah seperti durian montong, yang dijual lebih murah dengan harga Rp 40.000 per kilo, dari harga pasaran pada umumnya, yakni Rp. 65.000 per kilo.

Sementara untuk ketersediaan minyak goreng, dari data yang dihimpun oleh Kementan, untuk Sulteng,  Junaidi menyebutkan kebutuhan sebanyak 291 ton dan tersedia 1.173 ton. “Jadi bagi masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok tersedia,” tuturnya.

Sebagai penanggung jawab teknis di lapangan, Amril menyebutkan, selama Ramadan hingga menjelang lebaran saat ini, ia dan jajarannya tetap bertugas seperti biasa. Hal itu guna menjamin kesehatan dan keamanan serta kelancaran distribusi bahan pangan di Sulawesi Tengah. “Kami di Karantina Pertanian, tetap bertugas dan siaga baik di pelabuhan laut, kantor pos dan bandar udara,” kata Amril.

Dalam kesempatan yang sama Wagub Sulteng Ma’mun Amir memberikan apresiasi yang tinggi kepada Barantan atas pelaksanaan Pasar Tani tersebut. Menurutnya, ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Sulteng, dipastikan cukup dalam menghadapi kebutuhan menjelang lebaran.

“Alhamdulillah cukup. Kemarin minyak goreng berkurang, saat ini sudah banyak tersedia. Mudah-mudahan kebutuhan masyarakat di Sulawesi Tengah, kaitannya dengan kebutuhan sehari-hari bisa terjangkau harganya dengan kualitas yang bagus,” tandas Ma’mun Amir.

Menurutnya, jika harga terjangkau di masyarakat dapat dipastikan barangnya ada. Begitu juga sebaliknya, jika barangnya sulit didapatkan di pasaran, maka sudah dipastikan harga barang akan menjadi mahal, namun dalam kategori yang masih bisa dijangkau masyarakat.(mit)

Laporan : Dita Yuliana

Silakan komentar Anda Disini....