Gemerlap Cahaya Tumbilohote Akhir Ramadhan di Desa Palapi Kecamatan Taopa

Kades Palapi bersama tokoh masyarakat meninjau pemasangan lampu di Lapangan Cobra Desa Palapi (foto: Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes –  Masyarakat etnis Tialo dan Gorontalo yang mendiami Desa Palapi Kec. Taopa Kab. Parigi Moutong mulai hari ini, Kamis 28 April 2022, memasang delapan ribu lampu minyak tanah sebagai tradisi menyambut malam laitur qadr.

Hasil pantauan Kabar Selebes.id, tampak sejak pagi, warga Palapi yang disponsori oleh Pemerintah Desa Palapi, Kepala SMA Alkhairaat Taopa dan beberapa tokoh kharisma Palapi, antara lain Ilham Suparman dan Bora Latif, bahu-membahu memasang botol di setiap tiang penyangga setinggi tak lebih semeter itu.

Tampak juga para anak mudanya, tengah sibuk memasang lampu hias yang bakal di jadikan jalan memasuki hamparan lampu yang terbuat dari berbagai botol bekas minuman energi tersebut.

“Ini sudah menjadi tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Palapi dalam memeriahkan malam lailatul qadr dan juga dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri tahun 2020 ini,” kata Umir Toino, saat dihubungi media ini via sambungan seluler, Kamis (28/04/2022) jelang buka puasa.

Menurut Umir, lampu botol berukuran 250 mililiter itu, dinyalakan usai berbuka puasa hingga jelang pelaksanaan shalat subuh di akhir Ramadhan. “Untuk awal pemasangan lampu ini, kami menyediakan 250 liter minyak tanah dan 250 liter solar yang nantinya akan di campur jadi satu sebelum di tuang ke dalam botol,” urai lelaki berbadan kekar itu.

Tidak diketahui sejak kapan tradisi itu di mulai, namun menurut kepala desa yang baru dua tahun memerintah desa yang bakal jadi tempat perkantoran Bupati Moutong jika di mekar itu, pertama kali di terapkan pemasangan lampu yang bernama Tumbilohote sejak tahun 1950an.

“Cuma Palapi ini berada di dua kecamatan yang berbatasan laang dengan Gorontalo. Sehingga suasana berbau utara itu sangat kehtal di sini,” ucap Umir.

Sementara itu, Kepala SMA Alkhairaat Taopa di Palapi Candra Setiawan, S. Pd  yng di temui media ini usai shalat tarawih menyatakan jika para pemuda Palapi sengaja mengambil konsep alam dalam bentuk cahaya pelita tradisional tersebut. “Ini perpaduan dua konsep tradisional dengan modern. Sehingga keduanya menyatu seperti para leluhur kita terdahulu,” terangnya.

Disini lain kata Candra, makna lain adalah menyatukan kerukunan dan kekeluargaan masyarakat Palapi dengan sekitarnya. “Kita mengedepankan nunasa kekeluargaan sehingga Desa Palapi ini selalu aman dan damai dari tindak kriminalitas,”  ucap mantan Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kab. Parigi Moutong itu.

Terlebih lagi sambung Candra, pada tahun ini Pemdes Palapi bersama para donatur lainnya mengucurkan anggaran sebesar sepuluh juta rupiah. “Itu belum termasuk pembelanjaan dalam bentuk yang kecil-kecil, ” sambung politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Usai shalat tarawih, terlihat masyakarat cukup membludak. “Abia tarawih tadi, saya ajak anakku ke sini. Hampir setiap tahun kalo di penghujung bulan Ramadhan, selalu kesini. Karena Cuma di sini yang bagus bentuk tumbilohotenya,” kata Rusdianto (48) warga dari Desa Sidomukti Kec. Bolano.

Rasa takjub yang di tunjukkan oleh Rusdianto dan warga lain, di nilai wajar. Soalnya beberapa lampu modern sengaja di hias dalam bentuk hitam, unta bahkan bentuk pesawat terbang. “Ini sebagai konsep modern yang baru. Agar masyarakat menilai tumbilohote yang selalu monotan. Makanya kaki buat berbagai model baru yang sesuai dengan tema kali ini,” jelas sang desaigner tumbilohote 2022 Adiyanto yang dibantu oleh Zain Usman.

Malamnya saat pemasangan lampu, diawali kumandang adzan yang dilantungkan oleh imam masjid jami Nurul Islam Palapi, Abdul Rasyid Dunda. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini....