Kemenkumham Sulteng Tiadakan Kunjungan saat Idul Fitri di Lapas dan Rutan

Lapas Kelas II A Palu. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sulawesi Tengah meniadakan pelayanan kunjungan pada hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Lapas dan rutan tiadakan kunjungan atau belum membuka jam besuk pada hari raya Idul Fitri,” kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah Budi Argap Situngkir ditemui di Palu, Rabu (27/4/2022).

Menurut Budi, pandemi COVID-19 yang belum berakhir jadi alasan pihaknya meniadakan kunjungan tatap muka.

“Kami sampaikan kepada semua warga yang keluarganya di dalam lapas maupun rutan, bahwa sampai saat ini kunjungan belum dibuka,” ungkapnya.

Sebagai gantinya, pihak lapas dan rutan akan menyediakan kunjungan secara virtual bagi warga binaan yang ingin bertemu keluarganya saat Idul Fitri nanti.

“Tapi kami akan berikan ruang kunjungan virtual kami akan fasilitasi, mungkin setiap hari durasinya terbatas, mungkin pada saat lebaran durasinya kita tambah,” sebutnya.

Budi menuturkan, kemungkinan besar kunjungan fisik kepada warga binaan kembali dibuka apabila pemerintah telah memastikan pandemi telah berakhir dan aman 100 persen dari penyebaran COVID-19.

“Untuk lapas kita mengantisipasi, kalau terpapar satu, langsung kena semua. Kalau sudah ada petunjuk pemerintah tentang pandemi COVID-19 yang sudah berakhir maka kami yang pertama memberitahukan ke masyarakat, kunjungan dibuka,” paparnya.

Pihak Kemenkumham Sulawesi Tengah berharap, meskipun tidak bisa bertemu secara langsung, namun dengan adanya layanan virtual tersebut dapat mengobati kerinduan dan sekaligus dapat bersilaturahmi antar warga binaan dan keluarganya.

“Saya berharap semua berjalan dengan lancar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulawesi Tengah Sunar Agus menambahkan, meniadakan kunjungan tatap muka juga berdampak pada berkurangnya temuan penyeludupan barang narkotika di dalam sel.

“Temuan barang haram di dalam lapas atau rutan juga jadi berkurang. Kalau kunjungan itu yang kami antisipasi memang adalah barang yang diseludupkan,” kata Sunar ditemui di Palu.(abd/ant)

BACA JUGA :  Sungai Moko Meluap, 150 Rumah Warga Terendam Banjir di Poso Pesisir Selatan

Editor : Abdee Mari

Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini....