Kasus KDRT,  Warga “Usir”  Oknum Kades dari Desa Pande

Spanduk Penolakan Kades Pande Terpampang di salah satu masjid di Pande (Foto : Hasan Bunyu)

MOUTONG, Kabar Selebes – Umumnya di akhir-akhir bulan Ramadhan tahun 2022, tampak pemandangan spanduk berisi ucapan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriyah, berjejeran. Tapi nyatanya, spanduk berisi ucapan seperti itu, tak berlaku di Masjid Alhaddad Dusun Satu Desa Pande Kec. Moutong.

Bahkan ketika KabarSelebes.id menunaikan shalat ashar di masjid bercorak warna hijau tersebut pada Sabtu 30 April 2022, tak ada satu pun baliho ucapan idul fitri di masjid itu.

Satu-satu baliho hanya baliho berwarna kombinasi merah hitam. Isinya pun bukan ucapan puasa, apalagi idul fitri. Melainkan baliho tak berbau ibadah ramadhan. Isinya pun lebih ekstrem lagi, berisi kutukan dan pengusiran  yang di tujukan kepada Oknum Kepala Desa Pande, Matlun.

Baliho berisi kecaman itu pun di gagas oleh Aliansi Masyakarat Usut Kepala Desa (AMUK) bukan tanpa sebab. Koordinator AMUK Hi Hamsi Ahadia, SPd yang ditemui media ini, memiliki alasan tersendiri mengenai asal muasal baliho tersebut.

“Perbuatan yang dilakukan oleh oknum kades ini sudah terlalu dan lewat batas. Sehingga masyarakat sudah tidak menginginkan dia lagi,” kata Hamsi.

Silakan komentar Anda Disini....