BMKG Prakirakan Kota Palu dan Sejumlah Kota Besar Lainnya Diguyur Hujan

Seorang prakirawan di BMKG Palu sedang memperhatikan perubahan cuaca di sulawesi Tengah.(Foto:KabarSelebes.id)

JAKARTA, Kabar Selebes – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berintensitas ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah kota besar di Indonesia, Rabu (4/4/2022).

Dilansir dari laman www.bmkg.go.id dilaporkan hujan disertai petir melanda kota besar di Sumatera seperti Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Palembang dan Bandar Lampung. Sedangkan wilayah Padang diprakirakan berawan.

Beralih ke wilayah Pulau Jawa, situasi cuaca di Semarang, Yogyakarta dan Surabaya diperkirakan cerah berawan. DKI Jakarta dan Serang akan terjadi hujan dengan intensitas ringan. Imbauan waspada untuk masyarakat di wilayah Bandung karena diperkirakan turun hujan dengan intensitas sedang.

BACA JUGA :  Catatan BTNKT, 129 Wisatawan Kunjungi Togean dalam Lima Bulan Terakhir

Cuaca di wilayah Denpasar dan Kupang diprakirakan berawan hingga cerah berawan. Wilayah Mataram diprakirakan hujan dengan intensitas ringan.

Hujan ringan di sekitar Kalimantan diprakirakan mengguyur Palangkaraya. Waspada bagi masyarakat di wilayah Pontianak, Samarinda dan Banjarmasin sebab diprakirakan turun hujan yang disertai kilat.

Wilayah Sulawesi Manado, Gorontalo dan Makassar diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan untuk Kendari diperkirakan hujan dengan intensitas sedang. Masyarakat Mamuju diimbau waspada karena diprakirakan hujan dengan intensitas lebat. Kondisi serupa juga diprakirakan melanda wilayah Palu.

BACA JUGA :  Disparekraf Sulteng Gagas Pembangunan Museum Guru Tua Sebagai Obyek Wisata Religi

Masyarakat di wilayah timur Indonesia seperti Ternate diprakirakan berawan, sedangkan Manokwari dan Jayapura diprakirakan hujan dengan intensitas ringan. Waspada untuk wilayah Ambon berpotensi terjadi hujan disertai petir.

BMKG mendeteksi siklon tropis 90W di laut Sulawesi bagian barat yang membentuk daerah konvergensi dari Laut Sulawesi hingga Laut Sulu yang berpotensi menimbulkan pertumbuhan awan hujan, Kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi.

Daerah konvergensi juga terpantau di Laut Andaman Selat Karimata dan di Perairan Papua dari Teluk Thailand hingga Laut Andaman dari Samudra Hindia barat Aceh hingga Laut Andaman dari Kalimantan Tengah hingga Sumatera.

BACA JUGA :  Kementan Dorong Pemkab Poso Kembangkan Potensi Kampung Hortikultura

Di Samudra Pasifik Utara Papua daerah konvergensi tersebut juga terpantau memanjang dari Kalimantan timur, hingga Kalimantan Tengah dan dari Laut Arafuru Timur Kepulauan Aru hingga Laut Banda bagian selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah pusat tekanan rendah atau sirkulasi siklonik di sepanjang daerah konvergensi tersebut.(abd/ant)

Editor : Abdee Mari
Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini….