Luar Biasa, Panpel Raih Rp 115 Juta dari Konser Yuyun Lida Indosiar Selama Tiga Hari

Penampilan Yuyun Lida Indosiar mampu menghipnotis penonton selama tiga hari (foto : Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes – Selamat tiga hari berturut-turut sejak Selasa hingga Kamis, 03-05 Mei 2002, Yuyun Lida mampu menyuguhkan penampilan terbaiknya, menghibur masyarakat berbagai lapisan yang memadati pantai wisata Moian, Dusun Satu Desa Palapi Kec. Taopa  Kabupaten Parigi Moutong.

Pantauan Kabar Selebes.id di lokasi, pemilik nama lengkap Yuyun Lukum itu, bak pengobat rindu akan kehausan masyarakat wilayah Eks Moutong yang haus akan hiburan musik.

“Meski panas matahari, tadi saya tetap asyik berjoget mengiringi alunan lagu Yuyun,” ucap Wagino warga Kec. Bolano, berseronok.

Memang, ia dan lima temannya tak terpengaruh dengan panasnya teriknya matahari yang menyinari pantai Moian di pukul satu siang itu. “Yang penting joget bang. Ilang stress. Panas urusan belakang, wong saya juga udah hitam dari sononya,” sambung Iqbal, teman sejawatnya dengan logat Jawanya yang kental

Apalagi, artis  perwakilan Provinsi Gorontalo yang tersisih di Grup dua Babak Top 10 Besar liga dangdut yang diadakan televisi swasta Indosiar itu, selalu tampil “single”.

“Mumpung saya masih sendiri nih, siapa yang mau mendampingi saya? Ayo maju yang berani,” ajaknya sopan.

Tak butuh lama, beberapa pemuda pun larut bergoyang bersamanya, meski hanya di bawah panggung. “Pokoknya tiga hari ini, temanin saya ya,” pintanya.

Ketua Panitia Pelaksana Candra Setiawan, S.Pd mengaku puas dengan acara hiburan ini. “Alhamdulillah, sukses,” syukurnya singkat.

Bahkan ia mengaku senang, dikarenakan 5.000 karcis yang di siapkan, hanya tersisa 326 lembar. “Alhamdulillah, selama tiga hari ini, panitia meraup hampir 120juta,” senang Kepala SMA Alkhairaat Taopa di Palapi itu.

“Itu belum termasuk retribusi dari pedagang yang menjajakan dagangannya selama tiga hari.  “Besarannya tergantung jenis barang yang dijajakan. Cuma belum ada nilai pastinya, karena sebentar malam baru panitia urusan pedagang melapor,” lanjutnya.

Selain itu juga, Candra meminta maaf kepada masyarakat karena beberapa artis yang direncanakan , urus menginjakkan kaki di pantai Moian. “Awalnya beberapa artis  ibukota Jakarta dan Lida sudah mengiyakan. Pas mereka tau lokasinya sangat jauh. Mereka batalkan. Jadi saya mewakili panitia  dan warga Palapi, meminta maaf yang sebesar-besarnya,” maafnya serius.

Hal yang sama pun di utarakan Kepala Desa Palapi Umir Toino ketika ditemui media ini disela-sela konser terakhir Yuyun Lida. “Alhamdulillah target dari 80juta yang kami inginkan, kini telah tembus dan terlewati,” ujarnya sumringah.

“Itu tidak termasuk warga Palapi yang sebagian besar yang memang selama tiga hari ini kami gratiskan,” tuturnya

Penuturan kades yang baru dua tahun memimpin salah satu desa tertua di Kec. Taopa itu, dibenarkan oleh Sekretaris Desa Palapi Irfan Suparman, S.Pd.

Ia mengatakan, sebagian kecil warganya harus membayar karcis masuk. “Terutama warga saya yang membawa keluarganya dari luar Palapi. Ya kami kenakan karcis masuk,” ujarnya.

Kalau sudah begitu, panitia yang menjaga di palang ini, kerap beradu argumen. Untungnya panitia tak bergeming. Sehingga terpaksa harus merogoh kantong untuk mentraktir keluarganya. “Bahkan ada juga yang memilih balik arah, pulang.  Tidak jadi masuk menonton pak,” ucap lelaki berjanggut lebat itu.

Bagaimana soal keamanan? Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Moutong Brigadir polisi I Gede Aryana Putra mengapresiasi masyarakat yang membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama hiburan musik yang di pandu oleh Band Prima Moutong Production tersebut.

“Puji syukur saya ucapkan, karena masyarakat sudah mengerti. Bahwa bikin ribut itu tidak ada untungnya. Malah siksa harus menginap di sel,” katanya bersyukur. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….