Besok, 14 Pemuda  Alkhairaat Donggulu Start Jalan Kaki Menuju Palu

Beberapa pemuda Abnaulkhairaat usai melakukan latihan jalan kaki (foto : istimewa)

KASIMBAR, Kabar Selebes – Jika tak ada kendala, sebelas pemuda Alkhairaat  asal Desa Donggulu dan tiga dari Desa Kasimbar Kec. Kasimbar Kab. Parigi Moutong, Ahad besok, 08 Mei 2022 pukul 08:00 Wita, akan memulai jalan kaki menuju tempat perhelatan akbar haul ke-54 dari pendiri perguruan Islam Alkhairaat Pusat Palu, Alhabib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, atau biasa dikenal dengan sebutan Guru Tua.

Ketua tim jalan kaki Arfandi S.Lamaki.,S.Pd.I ketika dihubungi KabarSelebes.id via sambungan telepon seluler mengatakan, pagi ini ia dan bersama timnya melakukan final ceck alias persiapan terakhir. “Pagi ini ini semua peralatan yang akan di bawa selama di perjalanan telah di siapkan. Agar besok tiada lagi kalang kabut,” terangnya.

Lelaki lulusan Resimen Mahasiswa (Menwa) di kampus Universitas Islam Negeri (saat masih bernama IAIN, red) tahun 2014 itu juga menjelaskan, long march mereka akan mengusung nama “pemuda Abnaulkhairaat”.

BACA JUGA :  Renny Lamadjido : Berkah Guru Tua Saya Jadi Wakil WaliKota Palu

Sebagai simbol pembakar semangat “juang”, mereka akan membawa bendera kebangsaan merah putih dan bendera Alkhairaat. “Ini akan menjadi spirit dan semangat kami, bahwa kami mewakili kalangan anak-anak muda dari Kec. Kasimbar, bisa dan mampu berbuat baik dan mengharumkan nama Kasimbar,” semangatnya.

Rupanya, semangat anak-anak muda Alkhairaat di kecamatan pecahan dari Kec. Ampibabo ini, mengundang simpati dari berbagai kalangan. Terbukti, selain warga dari Desa Donggulu, tak sedikit juga warga dari desa lain yang ada di Kec. Kasimbar, telah memberikan dukungan dan apresiasi.

“Alhamdulillah, pemerintah, para orang-orang tua dan warga dari desa lain,  datang ke kami menanyakan kapan berangkat. Karena mereka mau memberikan bantuan ala kadarnya. Ada juga yang orang-orang tua kami yang berbagi pengalaman jalan kaki dulu waktu belum ada kendaraan,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Diisukan Lulusan Kedokterannya tak Bisa Melanjutkan Studi, Ini Kata Rektor Universitas Alkhairaat Palu

Nantinya, kata Fandi, rute awal timnya akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 30km dari rute sejauh 229km yang “wajib” ditempuh. Diperkirakan sebelum magrib mereka akan tiba di posko pertama yang di Desa Ogolugus Kec. Ampibabo. “,Kami akan istirahat bermalam di sana, Insya Allah abis subuh kami melanjutkan perjalanan lagi,” kata dia.

Hanya saja, tidak menutup kemungkinan sebelum tiba di posko pertama, mereka akan istirahat sejenak, sekedar menghilangkan haus atau memulihkan tenaga. “Tapi kalau capek, kami istirahat sebentar, minum atau meluruskan badan atau barangkali ada yang mau buang air,” ucapnya.

Besok Ahad (08/04/2022, lanjutnya pria yang akrab disapa Fandi ini, akan memulai start dari halaman Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat Donggulu. Guru MTs Alkhairaat Donggulu itu juga memastikan, jika Ketua DPRD Kab. Parigi Moutong Sayutin Budianto L.Tongani,.S.Sos, akan melepas secara resmi. “Insya Allah ketua DPRD yang melepas kami,” terangnya singkat.

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Dukung Usul Penetapan Guru Tua sebagai Pahlawan

Salah satu peserta jalan kaki yang masih mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah Alkhairaat Donggulu Muhammad Fadli, mengaku jika dalam perjalanan “mulia” ini, dirinya tak mempersiapkan apa-apa.

“Saya hanya tiap sore latian jalan kaki 1-2 km saja. Supaya otot-otot kaki tidak kaku, tapi itu juga bersama teman-teman yang lain,” aku siswa kelas XI itu.

Di rencanakan esok hari juga, beberapa elemen seperti Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) Kab. Parigi Moutong, Camat Kasimbar, kepala-kepala Desa se-Kec.  Kasimbar dan warga abnaulkhairaat, akan mengantar mereka sejauh 4 km hibgga tiba di perbatasan Kasimbar dan Kec. Toribulu yang di berada di Desa Pinotu. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini....