Silau, Mobil Perawat Rumah Sakit Gorontalo Masuk Got di Desa Salumpengut

Mobil Windy, pegawai RSUD Aloei Saboe Gorontalo ringsek (foto : Hasan Bunyu)

MOUTONG, Kabar Selebes – Sebuah mobil minibus merk Toyota Agya mengalami kecelakaan tunggal, nyunsep masuk drainase. Kejadian itu, terjadi di Dusun Empat Tongtong Desa Salumpengut Kec. Moutong Kab. Parigi Moutong, Jumat 6 Mei 2022 pukul 20:40 Wita.

Kejadian itu bermula, ketika sang sopir, Windy (28), seorang diri mengendarai mobilnya dari Kota Gorontalo menuju Kab. Tolitoli Prov. Sulteng. Saat berada di tikungan tajam, tepatnya di depan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Taman Injil, sebuah mobil truk menggunakan lampu jauh di tikungan.

“Saya silau dan tidak tahu kalo di depan saya ada tikungan tajam.  Saya tidak sempat lagi banting setir.” akunya dengan bibir masih gemetaran.

Ia menampik jika dikatakan mengantuk. “Saya ini tidak ngantuk. tadi di pertamina (SPBU) Moutong,  saya cuci muka dan istirahat sekitar setengah jam baru jalan lagi,” katanya.

Pantaan Kabar Selebes.id di lokasi kejadian, mobil berpenumoang lima bermotif Hello Kity itu, mengalami rusak parah pada bagian depan. Kedua roda depannya tak bisa berfungsi lagi akibat, beberapa per rodanya patah. “Body depannya hancur pak. Lampu utama kiri pecah dan radiator itu sepertinya bocor,” ucapnya masih ketakutan.

Beruntung, Perempuan yang mengaku bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Gorontalo itu, hanya seorang diri. “Saya mau pergi jemput suamiku di Tolitoli,” jelasnya singkat.

Masih pengakuan wanita berambut pirang ini, suaminya yang bernama Arman sedang menunggu dirinya di Kotaraya Kecamatan Mepanga Kab. Parigi Moutong.

“Saya kan masih takut lewat pasir putih Gunung Tinombala. Jadi nanti paetua yang ba setir sampe di rumahnya di Tolitoli,” jelasnya sambil sesekali menjawab panggilan telepon.

Karena kejadian nahas itu, perempuan yang beralamat di Desa Tanggilingo Kec. Kabila Kab. Bone Bolango Gorontalo itu memutuskan balik kanan, pulang ke Gorontalo. “Saya di bantu warga di sini  sedang mencarikan mobil yang bisa mengangkut  mobil saya bawa ke bengkel di Gorontalo. Jadi saya tidak jadi ke rumah mertua di Tolitoli,” jawabnya pasrah.

Menurut Yopi (54) saksi mata.  Mobil bernomor polisi DM 1841 BE itu,  dalam keadaan laju. “Mungkin dia ta kaget, kong panik. Syukur itu rambu lalu lintas dia bage. Kalo nyanda, itu oto so masuk dalam rumah,” terangnya dengan logat Manado yang kental.

Pensiunan prakarya pabrik PT. Salim Ivomas Pratama Moutong (SIPM) Bimoli itu pun mengisahkan, jika di tikungan patah itu, terkenal sebagai langgan kecelakaan lalu lintas. “Di tikungan itu so banyak yang cilaka. Ada oto truk sama-sama baku tabrak, ada juga oto biasa tabrak truk. Ada juga oto bawa sapi tambak motor. Pokoknya macam-macam,” cerita dia.

Bahkan tambahnya, lebih dari empat orang yang telah kehilangan nyawa di tikungan yang berbatasan dengan lahan pertambakan udang tersebut. “Yang meninggal juga so banyak. Belum yang luka-luka, tak terhitung lagi,” tambahnya.

Selain itu, perkampungan yang terletak 8,5 kilometer arah utara ibukota Kec. Moutong itu, berakibat banyak penggendara kendaraan terlena dengan tikungan dimaksud. “Itu tikungan banyak bikin orang terlena. Terutama yang pake motor. Asyik, kalo dari arah Moutong, tikungan kiri sadiki baru belok parah ke kanan.

Jadi sambungnya, orang biasa mainkan setir. Namun, jika sudah di tikungan tajam tersebut kadang kendaraan bermotor tak bisa dikendalikan lagi. “Kita asyik ba keluk-keluk, tiba-tiba di depan so ba belok patah. Kalo nyanda hapal, pasti cilaka,” urainya.

Untung saja, Windy tak mengalami luka serius. Hanya lengan kanannya memar karena terkena benturan setir. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini....