Palu  

Usai dapat Predikat Sangat Inovatif, Pemkot Palu Minta Seluruh OPD Lebih Berinovasi

Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, saat secara membuka Seminar dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah pada Kamis (12/5/ 2022) di Sriti Convention Hall Palu. (Foto: Indrawati)

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah Kota Palu menargetkan hasil penilaian indeks inovasi daerah nasional dari predikat inovatif menjadi sangat inovatif di tahun 2022 ini.

Sesuai hasil penilaian indeks inovasi daerah nasional tahun 2021, yang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palu dengan predikat inovatif, maka pada tahun 2022, Pemerintah Kota Palu menargetkan peningkatan predikat ke sangat inovatif.

Hal ini disampiakan oleh Walikota Palu melalui Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, saat secara membuka Seminar dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah pada Kamis (12/5/ 2022) di Sriti Convention Hall Palu.

BACA JUGA :  Pemkot Palu Mulai Intensifkan Pemeriksaan di Tiap Perbatasan

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Palu tersebut mengangkat tema “Palu Mantap Bergerak, Menuju Pelayanan Publik yang Inovatif.”

“Target ini, bukan hal yang mustahil dicapai, tapi bisa digapai, asalkan seluruh OPD harus melakukan inovasi,” jelasnya.

Dalam arahannya, Irmayanti mengatakan perubahan sikap dan pola pikir dengan adanya pelatihan selama Ramadhan, harus termanifestasikan dalam peningkatan etos kerja dan semangat untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi.

BACA JUGA :  NasDem - PKS Resmi Usung Aristan-Wahyuddin untuk Pilkada Kota Palu

“Selaku aparatur sipil negara, kita semua memiliki tugas sebagai pemberi layanan ke masyarakat. Menciptakan layanan yang prima melalui inovasi. Pelayanan yang cepat, tepat, ramah, jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menurutnya hal tersebut akan lebih mudah dilakukan, jika dilakukan dengan inovasi bagi setiap perangkat daerah. 

Inovasi daerah, katanya merupakan bentuk pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pembaruan dapat dilakukan melalui amati, tiru, dan modifikasi.

BACA JUGA :  Seorang Pemulung di Palu dapat Bantuan Sepeda Motor dari ACT Sulteng

“Jika hanya sebatas amati lalu tiru, maka kita baru sebatas replikasi. Tapi kalau sudah melakukan modifikasi atau pembaruan, maka itulah esensi dari inovasi,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa inovasi itu lahir dari ide dan pikiran. Jadi pikirkan setiap masalah, lalu carikan solusinya, jika solusi itu merupakan penyelesaian masalah yang belum pernah dilakukan oleh orang lain atau pihak lain, maka itulah inovasi.(iz)

Laporan : Indrawati Zainuddin

Silakan komentar Anda Disini….