Jadi Simpatisan MIT dan ISIS, 22 Warga Poso dan Tojo Unauna Diciduk Densus 88

Sejumlah anggota Densus 88 mengamankan seorang warga saat menggeledah rumah kos terduga anggota jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/9/2014) - (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)

PALU, Kabar Selebes – Puluhan warga Kabupaten Poso dan Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri karena diduga terlibat dengan kelompok teroris.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Rudy Sufahriadi yang dihubungi, Senin (16/5/2022), mengatakan informasi lebih lanjut segera dirilis oleh Polda Sulteng.

“Humas Polda akan rilis, jadwalnya sedang dirapatkan,” tulisnya dalam pesan singkat WhatsApp, Senin.

Namun Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Jakarta mengatakan, para tersangka merupakan pendukung Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

BACA JUGA :  Bantu Warga Berpuasa, SPBU Moengko Bagikan Takjil Gratis

“Densus 88 AT Polri menangkap 24 tersangka etroris kelompok MIT Poso. Pendukung MIT Poso dan ISIS,” kata Ramadhan kepada wartawan, Senin seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Menurut Ahmad, 22 tersangka ditangkap di wilayah Sulawesi Tengah. Sementara, satu tersangka lain di Bekasi, dan yang terakhir di Kalimantan Timur.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto menambahkan saat ini Polda Sulteng bekerja sama dengan Densus 88 Korwil Sulteng terus mencegah aksi terorisme, khususnya di wilayah operasi.

BACA JUGA :  BRI Cabang Poso Serahkan Bantuan APD ke Pemda

“Termasuk mencegah peran para simpatisan yang membantu kelompok MIT Poso,” tuturnya.

Saat ini Satgas Madago Raya terus melakukan pengejaran kepada dua terduga teroris Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kedua DPO kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso tersebut yakni Askar Alias Jaid alias Pak Guru dan Muhklas alias Galuh Alias Nae.

BACA JUGA :  Polres Poso Lakukan Penyemprotan Disinfektan Menggunakan Water Canon

“Pengejaran terus dilakukan dan tidak pernah berhenti,” kata Didik.

Selain itu, Satgas juga rutin menggelar razia di tiga wilayah operasi perburuan, yakni Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso untuk mengantisipasi bantuan dan pergerakan simpatisan.

“Kami harap dukungan warga dan kami tetap imbau kepada para DPO menyerahkan diri,” jelasnya.

Hingga saat ini kekuatan Satgas Madago Raya berjumlah 1.376 personel gabungan TNI dan Polri.(abd/ant/cnn)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….