Palu  

Dinkes Palu Sasar 62.467 Anak Diimunisasi dalam Program BIAN

Seorang anak mengikuti imunisasi pada kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022 di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (20/5). (Foto: ANTARA)

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyasar 62.467 anak untuk menerima imunisasi dasar lengkap dalam program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Ilham mengatakan 62.467 anak tersebut berusia di bawah 12 tahun dan diupayakan mengikuti program imunisasi kejar dan tambahan berdasarkan rentan usianya.

“Target kami 95 persen dari jumlah sasaran tersebut dapat menerima imunisasi selama program BIAN. Saya yakin target tersebut dapat terealisasi selama satu bulan lebih karena Pemkot Palu punya 227 posyandu di 46 kelurahan dan 14 puskesmas dengan jumlah antara satu hingga empat tim di tiap puskesmas,”katanya, Selasa malam.

BACA JUGA :  Dinkes Palu Pastikan Kasus Covid-19 di Palu bukan Transmisi Lokal

Sehingga dalam sehari, lanjutnya, ditargetkan minimal 150 dan maksimal 200 anak menerima imunisasi. Bagi anak-anak yang telah sekolah, imunisasi dapat diberikan di sekolah. Bagi anak-anak yang belum sekolah dapat diberikan di posyandu, puskesmas atau di fasilitas kesehatan lainnya.

“Agar cakupan imunisasi di Kota Palu dapat tercapai sesuai target, perlu peran orang tua untuk mengajak dan mendorong anaknya agar mengikuti imunisasi. Kita ingin anak-anak tersebut terlindungi dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,”ujarnya.

BACA JUGA :  36 pejabat Administrator Eselon III dan Jabatan Pengawas Eselon IV di lLingkungan Pemkot Palu Dilantik 

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjalankan tiga strategi dalam program (BIAN).

Salah satu strategi tersebut adalah imunisasi kejar yang mencakup vaksin polio, jenis oral polio vaccine (OPV) atau vaksin tetes dan inactivated polio vaccine (IPV) atau vaksin suntik, dengan tujuan melengkapi status imunisasi balita yang belum atau terlambat diimunisasi sesuai jadwal.

BACA JUGA :  Wali Kota Palu Launching Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional

Selain itu, strategi dalam BIAN juga termasuk imunisasi tambahan campak rubella yang bertujuan untuk memberikan dosis tambahan tanpa memandang status imunisasi, serta pelaksanaan perluasan dan introduksi vaksin baru bertujuan untuk menambah kekebalan terhadap penyakit-penyakit tertentu.(ant/abd)

Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini....