Diduga Pukul Isteri [lagi], Oknum Kades Pande Terancam Pidana dan Diberhentikan

Sekretaris Inspektorat Kab. Parigi Moutong mewawancai isteri Kades Pande (foto: dokumen BPD Pande)

“Saya telah menyampaikan ke Kepolisian Moutong agar kasus ini diproses secara serius. Karena kasus ini sudah berulang kali dilakukan oleh orang yang sama. Tolong diusut, agar ada efek jera,” ucapnya kepada media ini via sambungan telepon WhatsApp, Jumat 27 Mei 2022 pukul 15:12 Wita.

Wanita alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu juga menyampaikan akan mendampingi korban sampai ada ketetapan hukumnya. “Kan korban tidak mau damai lagi, maka kami akan mendampinginya baik berupa pendampingan hukum mau pendampingan psikologi,” tegasnya.

Disisi lain, Kartiko mengimbau agar para perempuan termasuk anak di bawah umur, untuk tidak perlu takut melaporkan masalah kekerasan yang menimpahnya ke P2TP2A. “Nggak perlu takut, kami akan membantu semaksimal mungkin agar para perempuan dan anak tidak lagi mengalami kekerasan,” imbau wanita kelahiran Jakarta 04 April 1974 tersebut.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Parigi Moutong Asmadi, SH rupanya juga lebih serius ingin menyelesaikan permasalahan ini.  Asmadi pun kembali menghubungi media ini, Jumat (27/05/2022) usai shalat ashar.

Kata Asmadi, dirinya menunggu kekuatan status hukum oknum Kades Pande. “Kami menunggu proses hukum yang dilaporkan isteri kades dan P2TP2A yang sementara berproses. Kalo oknum kades ini sudah berstatus tersangka. Maka kami akan segera memberhentikannya. Untuk saat ini kami masih menganggap status oknum kades ini dengan status praduga tak bersalah,” ungkapnya.

Masih penjelasan Asmadi, Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Parigi Moutong pun memiliki sikap yang sama. “Kita sama dengan PMD. PMD juga menunggu status oknum kades ini menjadi tersangka baru PMD mengeluarkan rekomendasi pemberhentikan oknum Kades Pande,” urai mantan Camat Ongka Malino tersebut.

Silakan komentar Anda Disini....