Bupati Delis Akui Peranan Guru Sangat Strategis dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Morut

KOLONODALE, Kabar Selebes – Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menegaskan pemerintah daerah sangat berterima kasih atas dedikasi dan sumbangsih para guru dalam membina dan mencerdaskan anak didik serta meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Penegasan itu disampaikan bupati sebelum menutup secara resmi Konferensi Kerja Cabang  I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Petasia di Gedung Morokoa Kolonodale, Senin (30/5/2022) sore.

Hadir pula saat itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morut M. Ridwan Dg Malureng, S.Ag, Ketua PGRI Cabang Morowali Utara Ebet Kristos, S.Pd, M.Pd, serta Kapolres Morut diwakili Kasat Binmas AKP Dedi Suparman.

Seluruh anggota PGRI se Kecamatan Petasia mengikuti konferensi itu sejak pagi hingga sore hari.

BACA JUGA :  Konsumsi Ikan Ditarget 68,5 kg/kapita, Ketua Tim Penggerak PKK Morut Dilantik jadi Ketua Forikan

Bupati mengungkapkan, PGRI merupakan mitra strategis Pemda dalam rangka meningkatkan kualitas guru dan kualitas pendidikan di daerah ini.

“Oleh karena itu, kami menaruh harapan sangat besar kepada para guru dan tenaga pendidik secara keseluruhan. Di tangan bapak-ibu sekalian masa depan pendidikan dipertaruhkan,” ujar bupati.

Ada kesempatan tersebut, Bupati Delis juga menjawab tiga penanya yang mewakili guru TK/PAUD, guru SD dan guru SMP.

Menjawab pertanyaan agar para guru juga bisa mendapatkan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) seperti PNS lainnya, bupati mengatakan pihaknya masih mengkaji secara mendalam agar tidak salah mengambil kebijakan.

BACA JUGA :  Bupati Delis Pimpin Apel Konsolidasi Menghadapi Bencana Alam di Mapolres Morut

“Sebelum muncul pertanyaan ini, beberapa waktu lalu saya sudah minta kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan pengkajian. Bagaimana dengan tunjangan profesi guru harus dikaji pula,” ujarnya.

Yang prioritas saat itu, kata Bupati, adakah memikirkan nasib para guru yang bertugas di daerah terpencil. Mereka ini harus diberi tambahan penghasilan karena untuk biaya transportasi saja sangat mahal.

“Sangat tidak adil kalau mereka yang mengabdi di daerah terpencil disamakan dengan guru yang bekerja di kota,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PGRI Morut Ebet Kristos melaporkan konferensi PGRI tingkat kecamatan sudah dilakukan di sembilan kecamatan lainnya.

Semua rangkuman rekomendasi dari konferensi PGRI tingkat kecamatan tersebut akan disampaikan secara tertulis kepada Bupati. (*/hen)

BACA JUGA :  Guru di Morowali Utara Tewas usai Jatuh dari Jembatan Kayu Penyeberangan Antar Desa

Laporan : Heandly

Silakan komentar Anda Disini….