Kepala BNN Palu Ajak Masyarakat Terlibat Pemberantasan Narkoba

Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rudy Sufahriadi (kedua kiri) bersama Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Pantoloan Asep Ridwan (kedua kanan) menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (28/12/2021). (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)

PALU, Kabar Selebes – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, AKBP Baharuddin mengajak seluruh masyarakat setempat untuk turut terlibat dalam upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Palu tanpa keterlibatan warga dari seluruh lapisan dan pemerintah daerah,” kata Baharuddin di Palu, Selasa.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membangun komitmen di antara semua pihak untuk memberantas narkoba hingga ke akarnya, katanya. Komitmen itu harus dimulai dari diri sendiri, baru kemudian di lingkup keluarga, lingkungan sekitar tempat tinggal, hingga di wilayah Kota Palu.

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Penyelundupan 25 Kg Sabu Asal Malaysia dengan Hardtop di Pantoloan

Setelah itu, tambahnya, semua pihak harus berupaya mencegah, memberdayakan, dan merehabilitasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing di bawah koordinasi BNN.

“BNN mengedepankan pencegahan, pemberdayaan, dan rehabilitasi; bukan mengedepankan pemberantasan. Kalau pemberantasan atau penindakan kepada pihak, BNN berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Nanti aparat kepolisian yang melakukan penindakan,” jelasnya.

Upaya pencegahan tersebut meliputi pemberian edukasi dan pelatihan kepada warga yang tidak terpapar, sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

BACA JUGA :  Kemenkumham Sulteng Tiadakan Kunjungan saat Idul Fitri di Lapas dan Rutan

Dia menambahkan edukasi dan pelatihan juga harus diberikan di sarana pendidikan, pemerintahan, maupun lingkungan masyarakat.

Selanjutnya, katanya, pemberdayaan dilakukan dengan mengerahkan berbagai pihak, termasuk warga yang telah mendapat pendidikan bahaya narkoba, agar memberikan pemahaman kepada warga di lingkungan sekitarnya.

“Rehabilitasi ditujukan kepada orang-orang yang menyalahgunakan narkoba hingga terjerumus. Baik orang-orang yang terjerumus karena tidak sengaja atau hanya sekadar coba-coba hingga kemudian menjadi pecandu. Anggaran rehabilitasi hingga para pecandu itu sembuh ditanggung oleh negara,” katanya.

BACA JUGA :  Ingin Berkarir Menjadi Pilot Drone Profesional? Begini Kiat-kiatnya

Saat ini, Kota Palu menempati urutan pertama dengan tingkat kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba tertinggi dari 13 daerah di Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data BNN dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), jumlah prevalensi pengguna narkoba di Kota Palu di 2019 sebanyak 70 ribu orang atau 2,2 persen dari total penduduk Palu sekitar 380 ribu jiwa.(abd/ant)

Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini….