Lomba Desa Tingkat Kabupaten Morut Ditutup di Gililana

KOLONODALE, Kabar Selebes – Lomba Desa tingkat Kabupaten Morowali Utara yang diikuti sepuluh desa mewakili sepuluh kecamatan se Morut, berakhir di Desa Gililana, Kecamatan Petasia, Selasa (31/5/2022).

Rombongan Bupati Morut Delis Julkarson Hehi yang didampingi Ketua TP PKK Morut Ny Febriyanthi H DJ Hehi disambut di dermaga Gililana dengan pengalungan bunga. Setelah itu rombongan berjalan kaki menuju balai desa.

Kepala Desa Gililana Laudin menjelaskan sebagai desa di pesisir pantai, warganya sebagian besar nelayan. Selain itu, desa ini juga memiliki potensi wisata kelautan.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penilaian lomba desa saat ini,” ujarnya.

Bupati Morut dalam sambutannya menekankan visi besar Pemda Morut adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat yang bertumpu di desa.

“Karena itu, fokus kita adalah bagaimana membangun dan menata desa sehingga semua desa di daerah ini bisa sejahtera,” jelasnya.

Dengan pelaksanaan lomba desa ini, lanjut Bupati Delis, diharapkan semua desa bisa berkembang dan sejahtera sesuai visi mewujudkan masyarakat Morut yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SCS).

BACA JUGA :  Coklit Perdana di Morut dari Rumah Bupati

Selanjutnya dijelaskan, tema lomba desa kali ini adalah “Desa Tangguh, Ekonomi Masyarakat Tumbuh” memiliki makna yang luas dan tepat dengan kondisi saat ini.

Menurut bupati, dengan desa yang tangguh baru ekonomi akan tumbuh.

“Tangguh terhadap apa? Tangguh terhadap tantangan zaman, tangguh terhadap bencana alam dan bencana non alam,” jelasnya.

Diakui, bencana non alam yang baru saja melanda dunia yakni pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan perekonomian dunia termasuk Morowali Utara.

Tantangan ini harus dihadapi dengan ketangguhan dan soliditas masyarakat agar bisa keluar dari tekanan dan kesulitan akibat pandemi itu.

Bupati Delis juga menegaskan ditetapkannya desa Gililana sebagai wakil Kecamatan Petasia dalam lomba desa tingkat Kabupaten Morut, sangat pantas dan layak.

Karena itu, katanya, kepercayaan ini jangan disia-siakan. Semua komponen di desa ini mulai Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, karang taruna, dan komponen lainnya harus bersatu dan mempersiapkan diri menara desanya dengan baik untuk menjadi pemenang sesuai harapan masyarakat.

“Tetapi seluruh hasil penilaian sepenuhnya ada di tangan tim penilai lomba desa. Berulang kali saya tegaskan bahwa hasil penilaian tim tidak boleh diintervensi oleh siapapun,” tegasnya.

BACA JUGA :  Terima Ketua PWI Sulteng, Delis: Peningkatan Kualitas Jurnalis Jadi Perhatian Khusus

Pada kesempatan tersebut, Bupati Delis juga menguraikan beberapa program strategis yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat.

Di antaranya adalah program Morut Sehat. Dalam program ini semua warga Morut telah diasuransikan dengan BPJS Kesehatan.

Untuk itu, kalau ada warga yang belum mengurus kartu BPJS, sebaiknya kepala desa atau BPD bisa mendata secepatnya warganya lalu diurus secara kolektif.

“Saya tegaskan, kira sudah bayar semua iurannya. Kalau kita tidak manfaatkan yang rugi daerah dan masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Dengan kebijakan ini, Morut mendapatkan predikat Universal Health Coverage dari BPJS Kesehatan bersama-sama dengan Kabupaten Morowali

“Di Provinsi Sulawesi Tengah, hanya Morut dan Morowali yang mendapatkan predikat seperti itu,” ujar bupati.

Program berikutnya adakah Morut Cerdas. Murid SD dan SMP telah dibebaskan yang komite. Semua ditanggung pemda melalui APBD.

Selanjutnya, pemberian bantuan beasiswa kepada seluruh mahasiswa Morut yang kuliah di perguruan tinggi. Tahun ini sudah disalurkan untuk 3.260 mahasiswa.

Selain itu ada juga program Morut Sejahtera. Pemda telah meluncurkan tiga program utama yakni program Gempar (gerakan memanfaatkan pekarangan), program Pajeko (pengembangan jenis komoditas unggulan), dan pemberian bantuan modal usaha Rp 300 juta per desa.

BACA JUGA :  Delis: Bantuan Beasiswa untuk Mahasiswa Morut Cair Mulai November

“Khusus bantuan modal usaha ini, peratuean bupati sudah siap dan sedang dikonsultasikan ke provinsi agar tidak ada kekeliruan,” tambah Bupati Delis.

Kegiatan penilaian lomba desa di Gililana turut disaksikan sejumlah pimpinan OPD, Camat Petasia Novrianto Najamudin SE, dan para kepala desa se Kecamatan Petasia. (*/hen)

Laporan : Heandly

Silakan komentar Anda Disini….