Camat Moutong Ambil Alih Pemerintahan Desa Pande

Muspika bersama warga Desa Pande foto bersama usai rapat (foto: Hasan Bunyu)

MOUTONG, Kabar Selebes – Buntut nyaris sebulan pelayanan  administrasi Pemerintahan Desa Pande lumpuh, membuat Camat Moutong Ramajanti Sumaga, S.Pd, terusik. Apalagi tanpa sepengetahuan camat, oknum Kades Pande Matlun diam-diam merekrut aparat baru, kian membuat Ramajanti geram.

Puncaknya, Senin 06 Juni 2022 pukul 11:20 Wita Ramajanti bersama unsur muspika lainnya seperti Babinsa Pande, pendamping kecamatan dan kepala satuan pamong praja Kecamatan Moutong, menyaksikan desakan warga yang memenuhi ruangan pertemuan kantor desa menyatakan tak menginginkan lagi Desa Pande di kepalai oleh Matlun.

“Ibu camat, dengan ini kami tegaskan bahwa kami tak menginginkan lagi kades sekarang memerintah kami,” ucap Wahidah yang di daulat sebagai juru bicara. Spontan, penegasan warga Dusun II tersehut mendapat dukungan hampir semua peserta rapat dadakan. “Setuju…, setuju…,” jawaban warga berulang-ulang.

Menyaksikan aspirasi warga tersebut membuat tekad Ramajanti bulat. Dirinya pun memgambil keputusan tak biasa, ‘mengkudeta’ Matlun. “Pada hari ini saya tegaskan, bahwa pemerintahan Desa Pande diambil alih oleh kecamatan. Saya akan menunjuk staf saya bertugas sebagai pelaksana harian (Plh, red) Kades Pande,” tegasnya.

BACA JUGA :  Lantik 10 Perangkat Desa, Ini Pesan dan Wejangan Kades Pande

Walhasil,  keputusan berani mantan Camat Bolano Lambunu dan Taopa itu, disamhut riang gembira oleh peserta rapat.  “Alhamdulillah, terima kasih bu….Terima kasih bu,” syukur Hi Hamsi Ahadia  berulang-ulang sembari menyapu wajahhya. Soal nama Plh, Ramajanti menyampaikan akan dibahas dalam rapat kecamatan yang akan dilakukan esok (hari ini), Selasa (07/06) pukul sembilan pagi.

Hanya saja, Ramajanti pun berpesan kepada oknum Kades Pande untuk lebih fokus kepada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga alias KDRT yang sedang berjalan di Kepolisian Sektor Moutong. “Saya harap pak kades konsen saja dulu pada masalah KDRT yang sedang bergulr di Polsek,” pinta wanita bertempat tinggal di Desa Tuladenggi Sibatang Kecamatan Taopa itu.

Selain itu, Ramajanti juga tak mengindahkan aparat baru yang direkrut oleh Matlun. “Oh maaf, untuk aparat baru itu, saya tidak bisa memberikan rekomendasi. Karena pengrekrutannya tak sesuai prosedur,” urainya kepada KabarSelebes.id yang menghubunginya via telepon seluler, Senin (06/06) petang.

BACA JUGA :  Diancam, Pendamping Lokal Desa Pande Koordinasi ke Polsek Moutong untuk Buat Aduan

Dengan lantang isteri Ahyun Lahiya, kandidat kuat Kades Tuladenggi Sibatang itu memaparkan, bahwa tak menutup kemungkinan, aparat yang telah mengundurkan diri akan diaktifkan lagi sebagai aparat desa.

“Kan mereka mengundurkan diri bukan disebabkan melakukan tindakan melawan hukum atau tindakan pidana. Hanya karena penyebab ketidakharmonisan dengan kades. Dan itu bisa kita fungsikan lagi sebagai aparat. Karena mereka-mereka itu telah terbukti melaksanakan roda pemerintahan di Pande dengan baik tanpa cacat,” tutuphya.

Sementara Kades Pande Matlun yang dihubungi media ini Senin (06/06) pukul 15:59 Wita menyatakan belum bersedia di wawancara. “Belum bisa di ganggu ustadz, sedikit lagi baru dijelaskan. Masih istirahat ustadz,” mohonnya dengan menyebut kata ustadz sebagai panggil khusus kepada jurnalis media ini.

BACA JUGA :  "Usir" Warga ke Nasalane, Belasan Warga Pande Laporkan Pendamping Lokal Desa ke Polisi

Ketika media ini mengutarakan maksud ini mewawancarai langsung di kediamannya di Desa Muara Jaya Kecamatan Sidoan. “Maaf, saya sekarang berada di Pande,” tampiknya. Matlun pun menambahkan permohonan, “berikan saya waktu sedikit lagi”.

Anehnya, ketika media ini menanyakan ke beberapa warga Pande. Jawaban mereka pun nyaris serentak. “Kami tak melihat sosok pak kades di Pande. Dia tiada di sini pak,” jawab warga.

Usai Shalat Isya, Kabar Selebes kembaii menghubungi Matlun via telepon. Dirinya tak mengangkat panggilan telepon. Pun sama dengan  chat melalui masenger. Lagi-lagi kades yang belum genap dua tahun menjadi orang nomor satu di Desa Pande, tak merespon. Di bawah belakang kalimat masenger hanya tertera keterangan “dibaca”. Tak ada balasan darinya hingga Selasa 07 Juni 2022 pukul 10:05 Wita. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….