Enam Pelajar SMA Alkhairaat Taopa Diterima di Kampus Agama Bergengsi UNU Gorontalo

Pelepan siswa SMA Alkhairaat Taopa di Palapi menuju UNU Gorontalo (foto : Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes – Suara serak Kades Palapi Umir Toino tak tertahankan saat melepas enam pelajar alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Alkhairaat Taopa di Palapi, Senin 06 Juni 2022 pukul 10:00 Wita.

Umir yang juga sebagai ketua komite SMA Alkhairaat, merasa bangga atas pencapaian siswa-siswi binaannya. Pasalnya, meski baru seumur jagung, dua tahun. Namun sekolah yang beralamat di Desa Palapi Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong itu diakui oleh salah saru perguruan tinggi swasta berlabel agama, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo.

“Saya berpesan, kuliahlah yang serius. Jika tamat kuliah kembalilah bangun SMA Alkhairaat ini. Didik adik-adikmu nanti menjadi insan yang berakhlakul karimah,” pesan Umir dengan suara terharu.

Kepala desa yang baru setahun menakhodai Desa Palapi itu memberikan wejangan kepada keenam alumni kedua sekolah ciri khas warna biru turunan itu, agar senantiasa menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya. “Dan ilmu yang diperoleh dibangku sekolah SMA Alkhairaat Taopa di Palapi ini, kiranya kalian kembangkan setelah resmi berstatus mahasiswa,” pesannya lagi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Alkhairaat Taopa di Palapi Candra Setiawan, S.Pd meminta kepada keenam pelajar terbaiknya itu untuk menjunjung dan menjaga naik baik sekolah asal. “Jaga nama baik sekolah kalian, terutama kaum perempuan untuk tidak melepas jilbab di depan umum. Tunjukkan kepada mahasiswa lainnya, bahwa kalian adalah siswa dari sekolah umum yang didik adab di wadah bernama Alkhairaat,” harapnya.

Mantan Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Parigi Moutong itu juga mengimbau kepada keenamnya untuk saling membantu jika salah seorangnya membutuhkan bantuan. “Ingat, kalian ini sudah seperti saudara kandung,  sudah seperti adik kakak. Di asrama kampus di Gorontalo dan Boalemo, kalian tak memiliki keluarga.  Jadi kalian ini adalah satu keluarga. Jangan pelihara sikap dan sifat egois.  Bantu teman yang memerlukan bantuan,” nasehat politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu panjang lebar.

Ketika di konfirmasi KabarSelebes.id melalui aplikasi WhatsApp, Senin (06/06) usai Shalat isya, Candra mengisahkan bahwa keenam anak didiknya itu di terima di UNU Gorontalo melalui program khusus. “Anak-anak melalui tahap penjaringan keilmuan. Dan khusus ilmu Alkhairaat menjadikan mereka merupakan satu-satunya sekolah umum  di wilayah Eks Moutong yang di terima di UNU Gorontalo,” bebernya.

Ternyata sambung Candra, alumni sekolah umum berbasis Alkhairaat menjadi prioritas utama masuk universitas yang di resmikan tanggal 24 Januari 2019 oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, itu mempengaruhi biaya pendidikan di UNU. “Biaya pendidikan setiap semesternya mencapai 2,5 juta. Tapi melalui program khusus ini, calon mahasiswa yang berasal dari SMA Alkhairaat Taopa hanya di kenakan setengahnya bahkan kalo nantinya berprestasi, tidak menutup kemungkinan bisa bebas biaya SPP.” tekan Suami dari Nur Azmi guru ASN di SMP Satap Sejoli Kecamatan Moutkng itu.

Candra juga menerangkan jika keenam mantan anak didiknya itu serentak memilih Fakultas Hukum, Sosial dan Pemerintahan di UNU Gorontalo dengan spesifikasi keilmuan strata satu.  “Hanya saja mereka memilih program studi berbeda-beda. Ada yang memilih program Hukum, ada memilih program Studi Pemerintahan. Bahkan ada juga memilih program studi Kesejahteraan Sosial,” terangnya.

Keenam alumni yang kali pertama di terima di kampus yang di kendalikan oleh seorang rektor bernama Dr. Hi. Ridwan Tohopi,.MSi terdiri dari Hidayat, Anugerah Y Paudi, Anggina Putri, Rizki Kurniawan , Nur Ain dan Moh. Agus Athoillah. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….