Kesal Tak Ada Kejelasan, Warga Segel Kantor Desa Pande

Warga beramai-ramai menyegel kantor Desa Pande (foto : Hasan Bunyu)

MOUTONG, Kabar Selebes – Sekitar dua ratusan Desa Pande Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong membanjiri kantor desa setempat, Senin 06 Juni 2022 pukul sebelas siang. Namun, kedatangan warga tersebut bukanlah bersilaturahmi. Melainkan menggelar aksi protes kepada Kepala Desa Pande, Matlun.

Kemarahan warga tersebut di picu lantaran sudah sebulan lebih tak ada aktivitas pelayanan di kantor desa tersebu. “Torang ini seperti anak ayam kehilangan dia pe mai (induk,red). Mau urus ini urus itu, tapi tiada yang melayani,” geram salah seorang warga yang namanya enggan di sebut.

Wahidah salah seorang warga Dusun Dua di daulat menjadi jubir alias juru bicara dalam pertemuan dadakan yang di hadiri Camat Moutong, Babinsa, pendamping kecamatan itu. “Kami menyampaikan tuntutan antara lain, meminta kejelasan soal kondisi desa ini termasuk kejelasan kades. Kenapa masalah kades ini sampai berlarut-larut tidak ada penyelesaian,” kata Wahidah setengah berteriak sambil mendapat tepuk tangan dari warga lain.

Wanita berusian 57 tahun itu juga menambahkan ‘orasi’nya jika Desa Pande masih di bawah komando Matlun, maka sebagian besar warga Pande akan pindah ke desa induk, yakni Desa Pande Lalap.  “Selain itu juga kami dengan tegas menyatakan, apapun alasannya, kami tidak akan menerima lagi kades yang sekarang,” tegasnya sambil warga lain lagi-lagi mengaminkan.

Tak sampai disitu, usai pertemuan berdurasi dua jam itu, warga spontanitas menyegel kantor desa berwarna krem tersebut.  Haji Hamsi Ahadia yang dihubungi KabarSelebes.id Senin (06/06) pukul 22:45 Wita membeberkan, jika memang tenyata sudah ada niat dari warga untuk menutup permanen kantor desa pecahan Pande Lalap tersebut. “Pas semua orang keluar, rame-rame berteriak segel…segel…. Lalu ibu-ibu dan warga lain mengeluarkan paku dan palu-palu (martil). Terus warga lain ambil pagar kantor desa dan papan untuk dijadikan penyegelan,” cerita Hamsi.

Ketua Aliansi Masyarakat Usut Kepala Desa itu juga membenarkan, jika aksi penyegelan tanpa di perintah itu di saksikan camat,  babinsa dan pendamping kecamatana.

Bahkan aku tokoh pendidik itu, beberapa warga yang didominasi kaum hawa  memberikan statmen kepada camat, kalau hal ini hanya sementara. “Tenang bu camat, kami janji akan membuka penyegelan ini jika kami sudah memiliki kades berwajah baru,” terang Hamsi menirukan janii warga.

Sementara itu Sekretaris Inspektorat Kabupaten Parigi Moutong Asmadi SH memberi tanggapan serius. Kepada media ini yang menghubunginya via sambungan seluler menegaskan, jika pihak pemerintah kabupaten tak bermaksud mengulur-ulur polemik ini. “Lalu saya kan sudah menyampaikan, bahwa inspektorat dan PMD akan memutuskan sikap apabila sudah ada status hukum oknum Kades Pande,” ujarnya.

Mantan Camat Ongka Malino itu juga meminta kesabaran dan pengertian warga. “Kami juga sedang menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian. Tolong berikan waktu kepada bapak polisi menyelesaikan tugasnya untuk titik terang kasus oknum Kades Pande. Kalo sudah ada hasilnya, kami janii akan segera memberikan apa keputusan pemerintah Kabupaten Parigi Moutong secepatnya, dalam hal ini, bupati, inspektorat dan PMD. Tolong bersabar ya,” mohon Asmadi.

Mengenai penyegelan kantor desa Pande, Asmadi tak mempersoalkan. “Itu hak warga karena kecewa belum ada kejelasan, itu wajar. Tapi saya minta, kalo sudah ada pelaksana tugas harian yang menjalankan administrasi desa, di buka ya. Kan warga sekarang membutuhkan pelayanan,” harap lelaki humoris itu. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….