Camat Moutong Lepas Tujuh Santri Pondok Tahfidz Gio Menuju Kampung Inggris di Kediri 

Camat Moutong ketika melepas santri Pondok Tahfidz Gio ke Kediri (Foto: Hasan Bunyu)

MOUTONG, Kabar Selebes – Pondok Tahfidz Khodimul Qur’an Gio untuk pertama kalinya mengirimkan tujuh santrinya ke Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Kampung Inggris. Ketujuh santri ini akan menetap di provinsi paling timur Pulau Jawa itu selama dua bulan.

Acara pelepasan para pelajar ini diselenggarakan secara sederhana di pondok tahfidz yang terletak di Desa Gio Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong, Rabu, 8 juni 2022 sejak pukul 10:50 Wita.

Pimpinan Pondok Tahfidz Khodimul Qur’an Gio KH. Humaidy Hamid, SQ., M.Si dalam selayang pandangnya mengatakan, bahwa keberadaan Pondok Tahfidz Khodimul Qur’an di tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Hal itu dimaksud guna mendukung akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia berdaya saing. 

“Apalagi saat ini pondok tahfidz Gio ini secara perlahan-lahan sudah mulai cukup maju dengan melengkapi fasilitasnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Intinya, pada dasarnya pondok Khodimul Qur’an mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan,” jelasnya

Kiai alumni Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ) Jakarta ini mengemukakan, jika pondok tahfidz yang di pimpinnya tidak kalah dengan lulusan sekolah-sekolah umum, karena belajar di pondoknya tidak hanya mendapatkan ilmu-ilmu umum, juga memiliki wawasan kepribadian Islami yang kuat. Dengan demikian, para anak didiknya dapat meraih dua kebahagiaan secara seimbang, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa langkah kami mengirimkan tujuh pelajar ke Pare Kampung Inggris merupakan bukti bahwa kami mampu bersaing dengan sekolah-sekolah di tingkat lanjutan pertama. Perlu juga digaris bawahi, para santri di utus ke Kampung Inggris bukan berdasarkan penilaian sekedar prestasi, melainkan kesungguhan belajar di dalam pondok dalam mengejar prestasi. Termasuk dalam mata pelajaran bahasa Inggris yang kelak bisa terampil berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” papar Humaidy.

Sebenarnya aku salah seorang tokoh inisiator terbentuk Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat itu, tahun 2022 ini pihak pondok tahfidz Gio akan memberangkatkan sepuluh santri ke kampung pembina bahasa asing terbaik di Indonesia itu. Hanya saja, kemampuan pondok yang berdiri tahun 2019 itu baru bisa menanggung 7 orang. “Tapi kekurangan itu menjadi motivasi 

Attachment.png

bagi kami untuk menjadikan pondok Khodimul Qur’an sebagai salah satu pondok panutan di Kabupaten Parigi Moutong,” ucapnya.

Di hadapan seratusan masyarakat yang berasal dari Kecamatan Mepang, Ongka Malino, Bolano, Taopa dan Moutong bahkan beberapa warga yang datang dari Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato Gorontalo, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Parigi Moutong itu menerangkan bahwa setelah ketujuh santri terbaiknya itu selesai belajar di Pare, tak menutup kemungkinan akan diikutsertakan dalam pertukaran pelajar tingkat internasional. 

“Hal ini tidak mustahil, karena pondok tahfidz Khodimul Qur’an Gio ini telah terdaftar dalam anggota Youth Islamic Center Alazhar University di Jakarta,” urainya.

Sementara itu Camat Moutong Ramajanti Sumaga, S.Pd dalam pelepasannya mengatakan, sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. “Sebagai bahasa pergaulan dunia, bahasa Inggris bukan hanya sekedar kebutuhan dalam mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Tetapi juga sebagai media dalam mempersatukan dunia pendidikan internasional,” urainya.

Mantan Camat Bolano Lambunu dan Taopa itu juga mengurai, jika pengiriman santrinya ke Kampung Inggris merupakan suatu pembuktian usaha pondok tahfidz Gio yang sangat luar biasa dalam usaha melakukan terobosan di dunia pendidikan. 

“Saat ini tidak ada kata terlambat, karena ini bukti bahwa pondok tahfidz Gio ini sebagai pondok bahkan sekolah lanjutan pertama yang pertama kali di Kecamatan Moutong yang mengirimkan anak didiknya untuk beruji skill bahasa Inggrisnya,” bangganya.

Camat pengguna mobil dinas bernomor polisi DN 507 K itu juga meyakini bahwa langkah yang di lakukan oleh pondok Khodimul Qur’an, kelak akan di ikuti oleh sekolah-sekolah lanjutan pertama dan atas untuk mengutus anak didiknya belajar ke Kampung Inggris. “Saya yakin itu, pasti akan jadi sekolah pencontohan,” yakinnya singkat.

Hal yang sama pun di sampaikan oleh pengawas SMP Kecamatan Moutong, Dra. Hasna Karim, MM. Kepada KabarSelebes.id yang menemuinya usai acara menuturkan, jika warga menitipkan anak-anaknya belajar di pondok, terutama pondok tahfidz Khodimul Qur’an Gio tidak ada ruginya. 

“Kenapa saya bilang tidak ada ruginya, karena di sini mereka bukan hanya memperoleh ilmu dunia, tetapi juga ilmu akhirat,” ujar Hasna.

Ilmu dunia sambung mantan kepala sekolah SMP Negeri 1 Moutong itu, akan digunakan oleh sang pelajar dalam kehidupannya di tengah-tengah masyarakat. 

“Dan tatkala penting adalah didikan ilmu akhirat yang akan menuntun dirinya menuju perjalanan akhiratnya. Bukan hanya berguna untuk dirinya, tapi kelak berguna untuk kebahagiaan dan keselamatan orang tuanya. Makanya para orang tua, mari masukkan anak-anak kita ke pondok, terutama ke pondok Khodimul Qur’an ini” ajak Hasna.

Sebagaimana diketahui, ke tujuh santri Khodimul Qur’an yang menjadi santri pertama belajar ke Pare terbagi dalam dua kali pemberangkatan. Pemberangkatan pertama berjumlah empat orang adalah Annisa yang merupakan putri Kepala Desa Lobu Jufrin Muslin, Ahmad Erlangga (Desa Moutong Tengah, Moutong), Adelia Nazila F. Tjora (Mensung, Mepanga) dan Halmatullutfah Maara asal Desa Butungale Kecamatan Popayato Barat Provinsi Gorontalo. Sedangkan rute kedua akan diberangkatkan pada Sabtu 25 Juni 2022 mendatang setelah selesai mengikuti ujian semester kenaikan kelas. Ketiganya adalah Mohamad Fikri Aditya (Mepanga),  Rasya Fatahilla Ramadhan (Mepanga), Moh. Yaris (Mepanga).

Jika tak ada perubahan, para santri pondok tahfidz Khodimul Qur’an Gio itu akan menuju bandara Juanda Kabupaten Sidoarjo, Kamis pagi, 9 Juni 2022 menggunakan pesawat Lion jenis Boeing 737 bernomor seri JT-781. Selanjutnya dari bandara Juanda, rombongan sudah ditunggu oleh penggurus lembaga English For Skill (EFS), kemudian melanjutkan perjalanan darat menggunakan minibus sejauh 112 kilometer dengan memakan waktu tempuh selama 1 jam 47 menit. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….