Aliansi Masyarakat Sipil Bungku Pesisir dan Bungku Selatan Tuntut PT MSS, Minta Outsoucing dan LPTKS Lokal Diberdayakan

Aliansi Masyarakat Sipil Bungku Pesisir dan Bungku Selatan saat menggelar aksi unjukrasa terhadap PT MSS di Desa Laroenai, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, pada Kamis (09/06/2022) siang hingga petang. (Foto: AMS)

MOROWALI, Kabar Selebes – Warga masyarakat di Kecamatan Bungku Pesisir dan Bungku Selatan, menggelar aksi unjukrasa terhadap PT Metal Smeltindo Selaras (MSS) pada Kamis (09/06/2022) siang.

Aksi unjukrasa itu dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Sipil Bungku Pesisir dan Bungku Selatan di site PT MSS di Desa Laroenai, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Aksi digelar hingga petang hari.

Koordinator Lapangan (Korlap), Supri, menyampaikan tiga poin yang menjadi tuntutan, antara lain;

1. Perekrutan karyawan oleh PT MSS dilaksanakan secara transparan dan wajib memprioritaskan masyarakat lokal.

2. Agar terjalin hubungan komunikasi publik yang baik antara perusahaan dan masyarakat, maka PT MSS wajib merekrut masyarakat lokal dalam jabatan HRD dan Humas.

3. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, maka PT MSS harus membuka ruang bagi BUMDes dan atau perusahaan lokal yang memenuhi syarat di wilayah Bungku Pesisir dan Bungku Selatan, agar terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.

“Tuntutan yang kami sampaikan ini wajib dipenuhi oleh perusahaan (PT MSS),” tandas Supri.

Dari aksi unjukrasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Sipil itu, melahirkan berita acara yang menjadi hasil keputusan PT MSS, antara lain;

1. PT MSS akan selalu memprioritaskan masyarakat lokal Bungku Pesisir dan Bungku Selatan dalam setiap proses penerimaan karyawan PT MSS yang sesuai dengan standar kualifikasi perusahaan. Kami juga meminta pihak aliansi masyarakat lokal untuk memberlakukan komitmen yang sama ke seluruh perusahaan yang ada di wilayah Bungku Pesisir dan Bungku Selatan.

2. PT MSS saat ini sedang sedang mengumpulkan rekomendasi untuk jabatan sebagai staf HRD dan Humas. Kami berharap pihak kecamatan Bungku Pesisir dan Bungku Selatan dapat merekomendasikan masyarakat lokalnya yang memiliki kualifikasi dan kemampuan yang sesuai dengan standar perusahaan. PT MSS juga membuka peluang untuk semua masyarakat Bungku Pesisir dan Bungku Selatan untuk memberikan rekomendasi. Adapun keputusan hasil penerimaan mutlak ditentukan oleh pihak perusahaan. Kami juga meminta pihak aliansi masyarakat lokal untuk memberlakukan komitmen yang sama ke seluruh perusahaan yang ada di wilayah Bungku Pesisir dan Bungku Selatan.

3. Mengenai inisiatif dari pihak Kecamatan Bungku Pesisir untuk memfasilitasi seluruh BUMDes yang ada di Bungku Pesisir, dan juga juga seluruh perusahaan yang berada di Bungku Pesisir. Kami dari PT MSS bersedia berpartisipasi apabila seluruh perusahaan yang ada di Bungku Pesisir juga hadir dalam rapat tersebut.

Tiga poin dalam berita acara itu ditandatangi managemen PT MSS, yakni Humas Ayu dan HRD Aulia. Beberapa perwakilan dari Aliansi Masyarakat Sipil Bungku Pesisir juga menandatangani.

Salah satu dari Outsourcing dan LPTKS lokal mengatakan, bahwa PT MSS harus terus memberdayakan perusahaan lokal secara berkelanjutan. Secara khusus di wilayah Bungku Pesisir dan Bungku Selatan.

“Kami sangat mendukung aksi unjukrasa yang dilakukan saudara-saudara kami dari Aliansi Masyarakat Sipil. Untuk itu, PT MSS harus memberdayakan perusahaan lokal khususnya di Desa Laroenai,” ungkapnya kepada KabarSelebes.id via telepon selular (Ponsel) pada Kamis malam.

Sebelumnya, pada 4 Juni 2022, ada dua poin hasil pertemuan antara LPTKS lokal, pemerintah desa dan kecamatan dengan manajemen PT MSS, yakni;

1. Untuk pembangunan atau konstruksi PT MSS ke depan kemungkinan besar akan dikelola oleh PT MSS sendiri. Pembangunan atau konstruksi dikelola sendiri, maka segala perjanjian kerjasama atau tender akan dikelola secara langsung oleh PT MSS, dengan tetap memprioritaskan perusahaan-perusahaan yang ada di Bungku Pesisir. Untuk itu, segala kerjasama dengan perusahaan lokal mempertimbangkan kemampuan dan juga sikap kerjasama yang baik.

2. Sesuai dengan planing rencana PT MSS memang akan merekrut staf HRD dan Humas yang berasal dari masyarakat Bungku Pesisir. Keputusan hasil penerimaan calon karyawan mutlak di tangan perusahaan. PT MSS mengharapkan partisipasi semua pihak untuk memberi rekomendasi.

Dua poin itu ditandatangani managemen PT MSS, yakni Humas Ayu dan HRD Aulia. (ahl)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini….