“Prabowo” akan Menantang Petahana di Pemilihan Kepala Desa Karya Agung

Dua kandidat calon Kades Karya Agung mencabut nomor urut (foto: Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes – Ada yang unik dari calon kepala desa yang mengikuti Pemilihan Kepala Desa Karya Agung Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong,  Senin 27 Juni 2022 mendatang. 

Salah seorang calonnya bernama Suharso, S.Sos sekilas wajahnya mirip Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto. Saat KabarSelebes.id menjumpainya sempat terperanjat. Betapa tidak, bukan hanya wajah yang mirip tapi juga postur tubuh yang sama. Hanya gaya bicaranya saja yang beda.

Deco Ardiansyah, salah seorang penduduk Desa Karya Agung menceritakan jika Suharso merupakan warga Desa Karya Agung dan merupakan mantan Kepala Desa Karya Agung periode 2014-2020. 

“Waktu pak Suharso menjabat sebagai Kades Karya Agung, beliau akrab di panggil dengan sebutan nama Prabowo,” terang Riswan.

Pada pilkades serentak tahun 2022 ini, Suharso “hijrah” ke Desa Karya Agung demi bertarung menjadi orang nomor satu di desa yang berbatasan dengan Desa Ganonggol Sari Kecamatan Bolano Lambunu. 

Hanya saja, di Pilkades Karya Agung hanya diikuti dua orang, dirinya dan Maghfuri Umar Sandi. Lawannya tidak ringan, pasalnya Maghfuri merupakan incumbent atau petahana, yang merupakan kades bertahan.

Kepada media ini, Suharso menuturkan soal pencalonan dirinya ke desa tetangga. Kata dia, tempat tinggalnya di Desa Karya Agung merupakan desa pecahan dari Desa Karya Agung. “Sehingga hal inilah yang membuat saya terpanggil untuk ikut di pilkades Karya Agung,” akunya jujur.

Selain itu, dasar keikutsertaannya dana kontestan kepala desa untuk periode enam tahun depan, adalah pengalamannya sebagai Kades Karya Agung. “Ini yang jadi niat saya bersama masyarakat Karya Agung untuk bertarung di pilkades ini,” ucapnya.

Apalagi dalam pengundian nomor urut yang dilaksanakan di Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD), Senin 13 Juni 2022 pukul 11:25 Wita, Suahrso memperoleh nomor urut satu yang dinilainya sebagai nomor sakral. 

“Alhamdulillah saya dapat nomor urut satu yang mudah di ingat oleh 900 hak pilih, jadi Insya Allah saya bisa menang,” yakinnya.

Sementara itu, sang petahana Maghfuri Umar Sandi yang ditemui media ini sebelum pengundian nomor urut mengatakan bahwa setahun sebelum masa jabatannya sebagai Kades Karya Agung, dirinya telah menyampaikan pada warga untuk tidak maju lagi. 

“Saya sampaikan kepada masyarakat saya, kiranya setahun ke depan menyiapkan calon kades. Tapi tidak ada yang mau mencalonkan.  Karena saya liat tidak ada yang mau mencalonkan, maka saya maju lagi,” kisahnya.

Lelaki asal Kabupaten Kendal Jawa Tengah itu mengakui dua hari sebelum masa pendaftaran, barulah ia mengurus berkas. Itu pun atas dasar desakan sebagian besar warga Karya Agung. 

“Coba bapak bayangkan, dua hari sebelum penutupan pendaftaran barulah saya ke Parigi mengurus berkas. Dan Alhamdulillah beberapa jam sebelum masa pendaftaran berakhir, ia baru mendaftar,” ceritanya  kala itu.

Mantan iman masjid jami Desa Lalundu 2 Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala itu tak menargetkan menjadi pemenang. 

“Kalo saya menang alhamdulillah, kalo pun saya kalah ya alhamdulillah saya bisa kembali fokus menjadi petani,”  katanya merendah. (hcb)

Laporan : Hasan Cl.  Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….