Disdik Sebut Belajar Tatap Muka di Sulteng Mulai Normal Tahun Ajaran Baru

Sejumlah siswa mengikuti proses pembelajaran secara tatap muka di SMK Negeri 3 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/10/2021). (Foto: ANTARA/Muhamad Hamzah)

PALU, Kabar Selebes – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan pembelajaran tatap muka bagi siswa-siswi di sekolah akan kembali berjalan normal pada tahun ajaran baru 2022/2023 pada Juli mendatang.

“Kami sudah mempertimbangkan untuk pembelajaran tatap muka dalam kondisi normal seperti sebelum COVID-19, dan sejumlah sekolah mulai tidak ada pembatasan,” kata Kepala Disdikbud Sulteng Yudiawati Vidiana Windarrusliana yang dihubungi dari Palu, Selasa (14/6/2022).

BACA JUGA :  BPBD Palu Ultimatum Penerima Huntap AHA Center yang Belum Ditempati

Ia menjelaskan, langkah itu diambil menyusul tren penyebaran COVID-19 semakin melandai di Sulteng, bahkan beberapa kali dinyatakan nihil kasus baru.

Meski konsep tatap muka secara normal diterapkan nanti, pihaknya masih melakukan pemantauan serta meminta masing-masing satuan pendidikan untuk menjalankan protokol kesehatan.

Pertimbangan kebijakan tersebut, kata dia, merujuk pada capaian vaksinasi di kalangan siswa serta guru, yang hingga saat ini sudah mencapai angka 80 persen.

BACA JUGA :  Sungai Moko Meluap, 150 Rumah Warga Terendam Banjir di Poso Pesisir Selatan

“Sehingga dengan beberapa pertimbangan maka daerah ini sudah memungkinkan untuk menggelar kembali pembelajaran tatap muka secara normal khususnya sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan dengan tetap mempedomani protokol kesehatan,” tutur Yudiawati.

Ia menjelaskan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah sebelumnya sudah mulai dilaksanakan sejak masa semester genap atau tahun ajaran 2021/2022, dengan pola sekolah menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19.

BACA JUGA :  Pemkab Parigi Moutong Tetapkan Tanggap Darurat Banjir di Tiga Desa

“Pelaksanaannya berjalan baik. Kalau pun ada murid di sekolah tertentu terpapar COVID-19, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan metode pelajaran jarak jauh melalui daring,” ujarnya.

Menurut dia, Dampak COVID-19 tidak mempengaruhi penyelenggaraan kegiatan pendidikan, oleh karena itu saat ini mulai dilakukan tahap penerimaan siswa baru secara luring.(abd/ant)

Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini....