Palu  

Pemkot Palu: Imunisasi Lengkap Upaya Lindungi Kesehatan Anak

Wakil Wali Kota Palu Reny A. Lamadjido (kiri) menyemangati seorang anak yang sedang diimunisasi pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Sekolah Dasar Negeri 1 Baiya, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (16/6/2022). (Foto:ANTARA)

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengatakan imunisasi lengkap merupakan upaya pemerintah melindungi kesehatan anak dari berbagai ancaman penyakit berbahaya.

“Kami mendorong cakupan imunisasi rutin anak, karena sifatnya penting. Apalagi giat imunisasi semacam ini sempat tertunda akibat COVID-19, oleh karena itu kami menggalakan kembali,” kata Wakil Wali Kota Palu Reny A. Lamadjido saat mendampingi kunjungan tim WHO dan Kementerian Kesehatan melihat proses imunisasi anak di Palu, Kamis (16/6/2022).

BACA JUGA :  Wali Kota Palu Launching Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional

Menurut dia, Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan momentum meningkatkan kesehatan anak supaya lebih produktif.

Ia menjelaskan imunisasi ini memberikan dampak positif dalam jangka panjang untuk kepentingan kesehatan anak bangsa.

Oleh karena itu, perlindungan kesehatan anak menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dan bagian dari upaya pembangunan manusia menuju generasi yang tangguh.

“BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan campak-rubela serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat,” ujar Reny yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Sulteng itu.

BACA JUGA :  Hasil Tracking 16 Positif Kota Palu, Ditemukan 7 Reaktif Rapid Test

Mengingat pentingnya imunisasi lengkap terhadap kesehatan, maka ia meminta orang tua secara suka rela membawa anak-anak mereka ke posko imunisasi supaya kekebalan tubuh anak meningkat.

Dengan kekebalan tubuh yang baik, katanya, bisa menghindarkan mereka dari risiko dampak penularan penyakit-penyakit berbahaya.

Sebagai mana cakupan imunisasi dasar lengkap, kata dia, imunisasi polio 2 dan DPT-HB-Hib bermanfaat mencegah penularan penyakit difteri, perusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis.

“Ini merupakan bagian dari pencegahan dini, karena sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi bagi setiap masyarakat,” ucap dia.

BACA JUGA :  36 pejabat Administrator Eselon III dan Jabatan Pengawas Eselon IV di lLingkungan Pemkot Palu Dilantik 

Ia menambahkan pemerintah selalu berupaya memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai intervensi program yang berkesinambungan.

“Sektor-sektor dasar harus terpenuhi. Misalnya, bagaimana penyelenggaraan pendidikan berjalan baik, begitu pun sebaliknya. Maka penanganan sektor-sektor vital ini harus berkesinambungan yang pada akhirnya tercipta sumber daya manusia (SDM) unggul,” demikian Reny.(abd/ant)

Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini....