Lima Kandidat Adu Strategi di Pemaparan Visi dan Misi Calon Kepala Desa Tompo

Kelima calon Kades Tompo saling beradu jitu soal program apabila terpilih ( Foto: Hasan Bunyu)

TOMPO, Kabar Selebes – Hari kedua tahapan kampanye dan pemaparan visi dan misi di pemilihan kepala desa (pilkades) serentak se-Kabupaten Moutong khususnya wilayah Kecamatan Taopa, Desa Tompo ketibaan giliran adu strategi bagi lima kandidat kades Tompo.

Pemaparan visi dan misi secara serentak tersebut di adakan di kantor Deaa Tompo yang juga jadi sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Tompo, Rabu 22 Juni 2022 mulai pukul dua siang.

Sub P2KD Kabupaten, Drs Sudarso menyampaikan wejangan kepada lima calon orang nomor satu di Desa Tompo tersebut. Kata Sudarso, pada tahapan kampanye hari ini merupakan tahapan untuk mengetahui apa yang akan di capai Desa Tompo untuk enam tahun ke depan. “Yang ditonjolkan dalam pemaparan ini adalah program. Mau di bawah kemana desa ini selama masa kepemimpinan kades definitif. Saya juga berpesan, siapa saja yang terpilih nanti, silakan menyusun Rencana Program Jangka Menengah Desa (RPJMDes, red) yang di padukan dari visi dan misi saat masih jadi kandidat,” kata Sudarso yang juga Camat Taopa.

Mantan Sekretaris Kecamatan Tinombo itu menyampaikan, bahwasanya lima calon kades Tompo ini, tidak ada yang melakukan kampanye hitam atau kampanye yang menjatuhkan salah satu calon. “Mari para calon dan pendukungnya saling menjaga keamanan, ketertiban,  dilakukan dengan cara aman dan bermartabat,” urainya.

Pantauan KabarSelebes.id di lapangan, kelima calon kepala desa tersebut saling adu jitu untuk menarik simpati masyarakat.

Iqbal, Calon kades nomor urut 1 jika terpilih nantinya akan lebih menitikberatkan pada sektor peningkatan kualitas dan kinerja aparatur desa disamping mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusan. “Jika terpilih saya akan meningkatkan disiplin aparatur pemerintahan dan penataan administrasi dalam rangka melaksanakan tugas sesuai dengan  tupoksi masing-masing,” paparnya.

Pun demikian Muamar calon nomor urut 2, dia pun sepakat dengan  program Iqbal soal peningkatan kualitas aparat desa. Hanya saja Muamar menambahkan peningkatan kuantitas aparat desa dari segi bijak, profesional, amanah dan berwibawa. “Saya akan membentuk pemerintahan yang baik, bersih, amanah dan bertanggung jawab guna mewujudkan pemerintahan yang harmonis dengan masyarakat,” urainya.

Sementara Ihwan calon orang nomor satu di Deaa Tompo lebih mengutamakan faktor musyarakat. Alasannya, musyawarah salah satu  keputusan yang efektif dalam pelayanan publik. “Saya bersama-sama masyarakat akan menyusun rencana pembangunan desa secara bersama yang tentunya sesuai dengan aspirasi yang berkembang secara rasional, transparan serta berkeadilan berdasarkan prioritas,” jelasnya dengan percaya diri.

Lain halnya dengan Agus Paudi, calon kepala desa nomor urut 4  tersebut lebih memilih mewujudkan kebijakan yang mendorong pembangunan peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat melalui kelompok difabel dan rentan marginal.

“Saya lebih mengutamakan sistem usaha mandiri melalui pengembangan Badan Usaha Milih Desa (BUMDes) dengan cara peningkatan kualitas dan keterampilan serta memperbanyak melakukan pelatihan-pelatihan pada pegawai BUMDes. Sehingga berbekal dengan itu, nanti bisa di aplikasi dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Tompo untuk menciptakan lapangan kerja sendiri,” bebernya.

Terbalik dengan keempat calon, Mustaqim Ahpan kandidat nomor urut 5 lebih mengutamakan faktor religius. Katanya, pengembangan sumber daya manusia di bidang agama dan ekonomi agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara luas khususnya di bidang iman dan takwa.

“Sumber daya manusia yang dimaksud dalam imtaq meliputi pembinaan spiritual khususnya lewat pendekatan secara individu atau kelompok seluruh masyarakat Desa Tompo tanpa terkecuali demi meraih berkah ilahi, sehingga desa ini bisa baldatun toyyibatun wa rabbul gafur,” terangnya.

Menariknya, ketika salah seorang panelis bernama Candra Setiawan, S.Pd memberikan kelimanya pertanyaan soal wawasan kebangsaan. Kelimanya mampu menjawab dengan baik. “ada empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu sebagai wujud jati diri bangsa dan dasar hukum negara Indonesia ini,” jelas kelimanya secara serentak. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….