Tak Ada Jubah Hitam dan Toga di Penamatan Gugus 1 TK se-Kecamatan Taopa

Pakaian adat Jawa di penamatan TK Gugus 1 Kecamatan Taopa (Foto: Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes – Mungkin tak ada salahnya Taman Kanak-kanak (TK) Gugus 1 Lalambotan jadi contoh. Betapa tidak, TK gugus 1 yang menaungi lima TK di 6 Desa di Kecamatan Taopa, yakni Desa Tuladenggi Sibatang, Tompo, Paria,  Taopa Utara, Taopa Barat dan Desa Taopa, tak ada satu pun yang mengenakan pakaian jubah hitam dan toga yang  biasa disaksikan di acara wisuda perguruan tinggi.

Tengok saja, dalam suasana penamatan yang dikemas dalam ramah tama dan pentas seni berlangsung di halaman kantor Camat Taopa, Kamis 23 Juni 2022 pukul 10:00 Wita tersebut, tak ada satu pun yang berpakaian ala wisuda sarjana.

Dari pantauan KabarSelebes.id, Ada 102 orang dari TK dan 12 orang dari kelompok bermain (kube) yang akan menyelesaikan pendidikannya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kebanyakan memilih berpakaian adat dari berbagai suku di Indonesia, ada juga yang  berpakaian militer seperti baju polisi dan tentara, pakaian tokoh agama, umumnya berbusana muslim.

Bunda PAUD Kecamatan Taopa Suharwiyah, SH yang ditemui media ini sesaat sebelum acara pentas akhir tahun TK Gugus 1 mengatakan, bahwa dirinya jauh-jauh hari sudah mewanti lembaga PAUD yang ada di gugus 1 ini untuk tak ada yang memakai pakaian toga. “Beberapa minggu lalu pas ketua gugus satu melapor kepada saya untuk menyelenggarakan pentas akhir tahun, saya wanti-wanti kepada mereka mengenai pakaian apa saja asal bukan baju jubah hitam dan bertoga,” tegasnya.

Ketegasan yang disampaikan bunda yang akrab di panggil dengan sapaan Wiwik itu, bukanlah hanya kali ini. Sejak surat edaran Direktorat Jenderal Pendidiaan Usian Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas Republik Indonesia bernomor 2519/C.C2.1/DU/2015 yang ditandatangani oleh Harris Iskandar, telah disosialisasikan.

“Tahun kita tegas pak, dari ibu Kabid Paud dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong menyampaikan kepada para bunda se-kecamatan di Parigi Moutong termasuk bunda PAUD Kecamatan Taopa, untuk tidak menghadiri penamatan bila masih ada yang memakai ala sarjana,” terangnya.

Isteri dari Camat Taopa Sudarso itu mencontohkan saat ada serupa di gugus 2, dirinya menyampaikan tidak akan hadir, karena ia mengamati masih ada yang berpakaian toga. “Alhamdulillah setelah saya jelaskan dan semu TK dan Kube mengerti dan  sepakat tak akan menggunakan toga. Barulah saya hadir,” ungkapnya.

Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Taopa itu menampik bila di nilai terlalu kaku dalam hal jubah hitam dan toga yang bajyak di kenakan oleh lembaga PAUD dalam penamatan siswanya.

“Lho, itu surat edaran dirjen tahun 2015 sudah ada dan tahun 2017 sudah mulai di sosialisasikan. Kenapa dianggap kaku. Kan aturan itu langsung dari Dirjen Dikbud Republik Indonesia. Langsung dari pusat  kita disini hanya melaksanakan edaran itu. Saya hanya mengharapkan ke depannya tidak ada seperti itu,” harapnya. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….