Dua Kaligrafer Terbaik Kaltara Memilih Berkompetisi di MTQ Sulawesi Tengah

Nining dan Iman saat pelatihan di Lemka Sukabumi beberapa waktu lalu (foto: Hasan Bunyu)

PALU, Kabar Belebes – Sejak dua tahun belakangan ini, tak ada lagi nama Nining Wakiden dan Nurul Iman ikut  memeriahkan ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) golongan khottil qur’an  di benua Kalimantan.

Pasalnya, kini kedua  kaligrafer terbaik asal Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara itu, telah berganti “baju”, berkompetisi di Provinsi Sulawesi Tengah.

Termasuk pada MTQ ke-29 tingkat Provinsi Sulteng di Kota Luwuk Kabupaten Banggai, 23-29 Juli 2022 mendatang, keduanya mewakili dua kabupaten berbeda. Nining mewakili Kabupaten Poso dan Nurul Iman mewakili Kabupaten Sigi.

Kepada KabarSelebes.id yang menghubungi keduanya via aplikasi WhatsApp, Selasa 5 Juli 2022 pukul delapan malam berbagi cerita. Lelaki berdarah Bugis Pinrang yang akrab di sapa Iman, memilih ikut kaligrafi cabang naskah.

“Pada cabang ini ada dua kategori yang di lombakan sekaligus, naskah wajib dengan jenis tulisan khat naskhi yakni tulisan yang mirip di ayat-ayat Alqur’an terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia,” terangnya.

Sedangkan kategori naskah pilihan sambungnya pria yang mempersunting gadis asal Desa Porame Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi itu,  memilih gaya-gaya kaidah yang beraneka macam. “jadi saat lomba, kita harus menulis empat gaya tulisan yang telah di tentukan oleh dewan hakim dengan waktu 7 jam kedua karya tadi harus selesai maksimal tanpa ada kesalahan sedikit pun,” tambahnya.

Sedangkan Nining Wakiden memilih bidang dekorasi, karya yang menuangkan aneka warna-warna yang idah berpadu desain yang sedap di pandang mata.

“Kalau golongan dekorasi itu, medianya menggunakan tripleks ukuran 80 sentimeter kali 120 sentimeter. Terus diperindah dengan desain dan ornamen atau mozaik,” jelasnya.

Terlebih lagi sambung perempuan yang telah dua kali menunaikan ibadah umroh, berkat hadiah hasil kejuaraan MTQ tingkat Kabupaten Bulungan beberapa waktu lalu, menulis ayat-ayat Alqur’annya menggunakan kuas yang di modifikasi. “Kuasnya dibentuk dulu agar menulisnya terlihat tebal tipisnya sehingga akan tampak kesempurnaan hasil tulisannya,” tukasnya.

Hasil penelusuran media ini, latar belakang kedua kaligrafer asal Kaltara ini bukan kaleng-kaleng. Keduanya pernah menerima beasiswa belajar di Pesantren Kaligrafi Alqur’an (Lemka) Sukabumi, Jawa Barat.

“Kalo Nining itu di Lemka angkatan 2012/2013. Sedangkan Nurul Iman masuk  Lemka Sukabumi tergabung dalam angkatan 2017/2018,” ucap Ustadz Syamsuddin, salah seorang pengajar di  pesantren kaligrafi terbaik di Indonesia itu.

Bedanya, Iman baru sebatas peringkat kedua di MTQ provinsi, baik di Kaltara maupun di Sulteng.  Sedangkan Nining sudah dua kali mewakili Provinsi Kalimantan Utara di ajang MTQ Nasional. “Alhamdulillah saya dua kali mewakili Kaltara di MTQ Nasional, yaitu tahun 2018 di Sumatera Utara dan 2020 di Sumatera Barat,” kenangnya.

Namun, asal muasal pindahnya Nining ke Sulteng menyimpan kisah memilukan. Kisahnya, sepulangnya dari  mengikuti MTQ Nasional di Padang Sumatera Barat, November 2020 silam, Nining menerima kado pahit. “Saya di blacklist dan tidak boleh lagi ikut di Kaltara, tanpa alasan yang jelas. Bahkan orang yang memblacklist saya itu adalah orang yang baru kenal dunia MTQ,” kisah wanita yang pernah viral karena semangatnya mengikuti MTQ Nasional dengan cara unik, naik motor honda blade selama 16 hari dari kediamannya di Desa Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong menuju Padang Sumatera Barat. (hcb)

Laporan: Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini....