BMKG Ingatkan Tiga Daerah di Sulteng Siaga Dampak Hujan Lebat

Pemudik menerobos hujan saat melintas di jalur Pantura, Widasari, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (27/4/2022). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, potensi hujan lebat dan angin kencang wilayah Pantai Utara Jawa. (Foto:ANTARA/Dedhez Anggara/rwa.)

PALU, Kabar Selebes – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan tiga daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Poso, Banggai dan Morowali Utara berstatus siaga terhadap dampak hujan lebat dan cuaca buruk beberapa hari ke depan.

“Sebanyak 13 kabupaten/kota masih sering di guyur hujan meskipun saat ini kemarau basah,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Nur Alim yang dihubungi di Palu, Rabu (27/7/2022).

Ia menjelaskan, selain tiga daerah berstatus siaga dampak hujan lebat, 10 daerah lainnya yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Tolitoli, Buol, Tojo Una-una, Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan Morowali berstatus waspada dampak yang sama, karena hujan masih mengguyur dengan intensitas hingga sepekan ke depan.

BACA JUGA :  BPBD Parimo Sebut Ada Ratusan Kepala Keluarga Terdampak Banjir Parigi Butuh Logistik

BMKG memprediksi, hujan lebat disertai angin kencang tidak menutup kemungkinan menimbulkan dampak, diantaranya tanah longsor dan banjir pada zona rawan atau daerah memiliki riwayat banjir bandang.

“Analisis kami angin kencang sangat terasa pada wilayah-wilayah pesisir dan lereng gunung. Salah satu ancaman lingkungan di ibu kota Sulteng dari dampak cuaca buruk ini yakni pohon tumbang dan genangan air, maka perlu di waspadai oleh pengguna jalan,” tutur Alim.

Guna mengantisipasi dampak di timbulkan bencana hidrometeorologi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan mitigasi yang baik agar terminimalisir risiko ancaman.

BACA JUGA :  Ingin Berkarir Menjadi Pilot Drone Profesional? Begini Kiat-kiatnya

“Masyarakat di zona rawan banjir dan tanah longsor tentu sudah memiliki pengalaman, maka dari itu mitigasi secara mandiri perlu dimantapkan supaya terminimalisir kerugian harta benda dan korban jiwa,” ujar Alim.

Menurut catatan BMKG, zona-zona rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor yakni Kabupaten Sigi, karena bencana ini selalu terjadi dua tahun terakhir.

Ia juga meminta, masyarakat tetap memantau perkembangan informasi dirilis BMKG, serta tidak terpengaruh dengan isu dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menurut dia, hujan lebat setiap hari dapat mempengaruhi kekuatan tanah pada lereng gunung, sehingga pengguna jalan disarankan tidak melakukan perjalanan di malam hari pada jalur pegunungan.

BACA JUGA :  Kementerian ESDM akan Optimalkan Sumber EBT untuk Capai Netral Karbon

Menurut prakiraan BMKG, angin kencang berhembus mulai siang hari hingga petang disusul hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat, sehingga kerawanan pada jalur pegunungan sangat memungkinkan terjadi longsor.

“Durasi cuaca buruk kemungkinan masih berlangsung hingga sepekan ke depan. Untuk Kabupaten Sigi, Tojo Una-una, Morowali, Morowali Utara dan Banggai masih berpotensi hujan lebat, ini dipicu pertumbuhan awan yang cepat di pantai timur Sulteng,” demikian Alim.(ant/abd)

Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini….