Gara-gara Tak Ada Sopir Ambulance, Pasien  RSUD Moutong Meninggal di Parigi

MOUTONG, Kabar Selebes – Warga Desa Taopa Kecamatan Taopa menyayangkan sikap petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoa’e Moutong yang dinilai tak profesional.

Sikap protes itu dilayangkan oleh Abdul Haris Laparako dalam akun sosial media facebook miliknya. Ia bercerita, ketika mengantarkan orang tuanya  yang bernama Suliyah Laparako dirujuk dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Taopa menuju rumah sakit yang terletak di Desa Salumpengut Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (23/7/2022)  pukul 21:18 Wita.

Saat itu cerita Haris, Suliyah yang sedang tak sadarkan diri. Sesampai di rumah sakit, Suliyaj langsung di masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna menerima pertolongan pertama.

BACA JUGA :  Ibu Erfandi, Bocah yang Tewas Tertembak saat Demo Tambang di Parimo Mengadu ke Gubernur Sulteng

“Kurang lebih setengah jam pemeriksaan, kami di panggil oleh petugas medis tadi yang menangani mama,” terangnya.

Lelaki berkepala plontos yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Taopa itu,  kaget mendengarkan pernyataan petugas yang mengarahkan orang tuanya di rujuk ke RSUD Anuntaloko Parigi.

“Saya tanya apa alasannya,  oknum petugas itu bilang jika di rumah sakit ini fasilitas terbatas, obat-obatan juga terbatas, dokter tidak ada,” ucap Haris meniru alasan petugas tadi.

BACA JUGA :  Pemkab Parigi Moutong Klarifikasi Sejumlah Tudingan Pengunjukrasa

Tak mau ambil resiko, dirinya  bersama saudaranya yang lain sepakat merujuk orang tuanya ke Parigi, agar dapat tindakan penanganan yang lebih baik lagi.

Silakan komentar Anda Disini….