Prihatin, FPRB Sulteng Sebut Banjir Desa Torue Akibat Anomali Iklim La Nina

Rumah warga yang roboh akibat hantaman banjir di desa Torue, kabuaten Parigi Moutong. (Foto: Ahmad Ibrahim)

PALU, Kabar Selebes – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sulteng turut prihatin atas peristiwa banjir bandang di Parigi Moutong khususnya di Desa Torue. FPRB Sulteng juga menyatakan belasungkawa atas korban yang meninggal dunia.

“Untuk para penyintas agar bersabar dan jangan khawatir, bahwa Pemerintah Kab. Parimo dan Provinsi serta para sukarelawan akan membantu beban penderitaan,” kata Ketua FPRB Sulteng Shadiq Maumbu, Jumat (29 Juli 2022).

Menurut Shadiq, banjir bandang ini disebabkan anomali iklim la nina yang menyebabkan curah hujan tinggi. Juga perubahan fungsi kawasan hutan. Kepada masyarakat agar tetap waspada untuk kemungkinan terjadi banjir susulan.

“Kami dari FPRB Sulteng terus akan berkordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong dan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan agar penanganan banjir bandang ini agar segera dapat teratasi,” ujar Shadiq.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran persnya menyebutkan banjir melanda empat wilayah di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis (28/7) malam. Banjir terjadi pascahujan dengan itensitas tinggi dan berlangsung lama sehingga menyebabkan meluapnya sungai dan merendam permukiman di Desa Torue, Dusun II, Dusun III dan Dusun V yang berada di Kecamatan Torue pukul 22.33 waktu setempat.

BACA JUGA :  Kafilah Parigi Moutong Dapat 11 Juta dari Galang Dana Untuk Korban Banjir Bandang Torue

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD.

Kata Muhari, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat hingga Jumat (29/7) pukul 11.54 WIB, banjir dengan ketinggian muka air antara 30 hingga 90 sentimeter itu merendam 450 unit rumah, 11 diantaranya mengalami rusak berat dan 450 KK /1.800 jiwa terdampak. Selain itu dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang dinyatakan hilang akibat banjir tersebut. Kemudian terdapat 450 warga yang mengungsi ke beberapa titik pengungsian.

Sementara itu, Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah saat dihubungi melalui pesan singkat menyatakan, tiga korban meninggal disebabkan oleh terbawa arus banjir.

BACA JUGA :  Banjir Bandang Desa Torue Parigi Moutong, Tiga Warga Meninggal

“Iya terkonfirmasi tiga orang meninggal dunia yaitu supir dan satu penumpang yang mobilnya terseret arus, serta satu orang warga juga terseret arus,” ujar Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, terdapat empat warga dinyatakan hilang dan saat ini masih terus dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

“Empat orang dinyatakan hilang dengan rincian satu bayi, dua orang wanita dan satu orang lansia,” lanjutnya.

Pada saat kejadian, BPBD dan tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan assesmen, evakuasi dan menyiapkan peralatan penanganan darurat.

“Sejak banjir terjadi, langsung menuju lokasi untuk evakuasi dan mendirikan tenda di Kantor Desa Torue untuk dijadikan tempat pengungsian bagi warga. Kondisi pagi ini banjir sudah surut” pungkasnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Parigi Moutong, pada Jumat (29/7) dan Sabtu (30/7) akan mengalami hujan dengan intensitas sedang dan tinggi disertai petir. Sementara itu hasil kajian dari inaRISK BNPB, wilayah Kabupaten Parigi Moutong memiliki level risiko banjir dengan tingkat menengah dan tinggi.

BACA JUGA :  Pemkab Parigi Moutong Tetapkan Tanggap Darurat Banjir di Tiga Desa

Menanggapi potensi bencana tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan ancaman bencana banjir susulan, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar sungai. Untuk kesiapsiagaan, ketika hujan dengan itensitas tinggi terjadi terus menerus selama satu jam, masyarakat di daerah rawan banjir untuk mempersiapkan diri dan melakukan evakuasi ke tempat aman. (*/abd)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….