Pemkab Parigi Moutong Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Torue Selama 30 Hari

Salah seorang warga mengecek kondisi rumahnya yang dipenuhi tumpukan kayu akibat di hantam banjir pada Kamis (28/7) malam di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (29/7/2022). (Foto: ANTARA/Moh Ridwan)

PARIGI, Kabar Selebes – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah memperpanjang penanggulangan tanggap darurat setelah banjir bandang di Desa Torue selama 30 hari.

“Perpanjangan tanggap darurat mulai 12 Agustus hingga 12 September 2022,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Kamis (11/8/2022).

Ia menjelaskan penambahan waktu tanggap darurat dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan teknis, sebab masih banyak kegiatan darurat dan membutuhkan waktu cukup lama untuk penanganan, terutama hal mendesak, seperti pemenuhan hunian sementara (huntara), normalisasi sungai di hulu hingga hilir, perbaikan jaringan air bersih, serta penyediaan makanan bagi pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.

BACA JUGA :  Basarnas Palu: Tidak Ada Peristiwa yang Membahayakan Jiwa di Masa Siaga SAR Lebaran

Lebih lanjut, ia mengatakan langkah tersebut berdasarkan kebijakan kepala daerah yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong Nomor: 362.45/680/BPBD tentang Penetapan Status Perpanjangan Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Banjir Tahun 2022.

Sebelumnya tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 29 Juli hingga 11 Agustus 2022, kemudian diperpanjang selama 30 hari ke depan.

“Ini dilakukan sebagai upaya pemulihan kondisi daerah terdampak, sebab banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, dan luapan air di Kecamatan Balinggi menimbulkan kerusakan lingkungan, pemukiman warga, infrastruktur, perusahaan, kebun, dan tambak warga, serta mengakibatkan tiga korban jiwa dan empat orang hilang di Desa Torue,” tutur Rivai.

BACA JUGA :  DMI Sulteng Salurkan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Parigi Moutong

Sehingga, upaya penanggulangan dilakukan secara optimal dan tepat oleh pemerintah daerah (pemda) setempat dibantu Pemerintah Provinsi Sulteng dalam pemenuhan huntara bagi korban yang rumahnya hilang dan rusak berat.

Ia mengemukakan pada hari ke-14 tanggap darurat, tugas relawan telah selesai, namun pemda masih melanjutkan sejumlah kegiatan mendesak.”Pemda sangat terbantu dengan kehadiran relawan, tentunya kami mengapresiasi keterlibatan para pihak dalam membantu korban bencana. BPBD dan Dinas Sosial akan konsisten mengawal perpanjangan tanggap darurat hingga September,” ucap Rivai.

BACA JUGA :  Mewujudkan Ketangguhan Terhadap Bencana Secara Berkelanjutan

Bencana banjir bandang 28 Juli 2022 melanda Parigi Moutong yang mengakibatkan tiga korban jiwa, empat orang hilang, 1.459 jiwa dari 507 Kepala Keluarga (KK) terdampak, 63 rumah warga rusak, yakni 32 unit rumah rusak berat, 21 rumah rusak ringan dan 10 rumah hilang tersapu banjir.(ant/abd)

Sumber : Antara

Silakan komentar Anda Disini….