Momentum HUT RI ke-77, 19 Eks Napiter Ikrar Kembali ke NKRI

Sebanyak 19 orang eks narapidana terorisme (napiter) menyatakan kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Pengucapan Ikrar Setia Kepada NKRI oleh Mantan Narapidana Terorisme sebagai rangkaian upacara HUT RI ke-77 di Mapolda Sulawesi Tengah, 17 Agustus 2022. (Foto: Patar)

PALU, Kabar Selebes – Sebanyak 19 orang eks narapidana terorisme (napiter) menyatakan kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Pengucapan Ikrar Setia Kepada NKRI oleh Mantan Narapidana Terorisme sebagai rangkaian upacara HUT RI ke-77 di Mapolda Sulawesi Tengah, 17 Agustus 2022.

Perwakilan napiter, Imran mengatakan pernyataan ikrar dilakukan sebagai bentuk kembali mengakui NKRI dan meninggalkan faham radikal yang membuatnya harus mendekam 10 tahun dalam penjara dari tiga kali penangkapan.

Imran mengaku selama ikut dalam faham radikal, dia berperan merekrut, penghubung dan logistik.

Imran dan kawan-kawan kemudian mendirikan sebuah yayasan bernama Yayasan Lingkar Perdana atau Persaudaraan Nusantara.

“Kami menitikberatkan, pertama yayasan ini berangkat dari niat kami untuk sama-sama bersama instansi pemerintah Kabupaten Poso untuk bagaimana kita bisa memerangi terorisme. Dalam arti kata, untuk membantu kepada saudara-saudara ataupun keluarga teman-teman kami yang saat ini masih berada di dalam penjara. Kami berusaha membantu keluarga-keluarga mereka yang ada diluar,” kata Imran.

BACA JUGA :  Kapolda Sulteng Siap Penuhi Panggilan DPRD Provinsi Terkait Kasus Salah Tembak di Poso

Termasuk, lanjut Imran, kepada teman-teman mereka yang sudah diluar penjara dan berkoordinasi dengan pemerintah (Dinas Sosial).

Menurut Imran, tantangan berat untuk melepaskan diri dari faham radikal itu datang dari teman-temannya sendiri.

“Tantangan berat kami yaitu supaya meninggalkan faham ini yang kami rasakan yaitu ketika menghadapi omongan-omongan. Omongan-omongan teman-teman yang masih berfaham radikal. Maaf ya, biasa kami disebut sudah ‘murtad’, sudah ‘kafir’ dan sebagainya,” kata Imran.

Bagi kami, kata Imran, itulah tantangan dan kalau memang sudah menjadi keyakinan kita untuk NKRI itu benar, maka kita yakin karena NKRI adalah negara kita, kesatuan kita dan sama-sama membangunnya.

Lanjut Imran, mengajak kepada teman-temannya yang masih berstatus DPO maupun simpatisan dan masih dalam faham radikal agar sama-sama belajar. “Ayolah, mari kita sama-sama belajar memahami agama secara luas. Bukan dengan mengambil satu pendapat dan pendapat itu dijadikan pegangan terus tanpa mengikuti pendapat-pendapat atau mazhab-mazhab yang lain.

BACA JUGA :  Keren, Komunitas Motor Pantai Timur Rayakan HUT RI dari Ujung Utara  Sulawesi Tengah

“Banyak koq yang harus kita pelajari bersama dan Islam pun mengajarkan toleransi terhadap sesama, berlainan agama, berlainan ideologi. Jadi kita saling menghormati, saling menghargai dan kita berada di Indonesia, kita sama-sama membangun menjadi lebih baik dan maju ke depan,’ ajak Imran.

Imran dan kawan-kawan mengaku senang diundang upacara hari ulang tahun RI ke-77 karena dulunya hal itu paling dibenci ketika masih terpapar faham radikal.

Naskah ikrar kemudian ditandatangani Imran dan Wakil Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Hery Santoso dilanjutkan penyerahan tali asih.

BACA JUGA :  Hasil Swab Kapolda Sulteng Negatif Usai Kontak dengan Mantan Danrem yang Positif Corona

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto berterima kasih kepada eks napiter yang sudah berikrar dan kembali ke NKRI dan dilakukan di momen HUT RI ke-77.

‘Ini merupakan upaya rekan-rekan kita  terutama dari intelijen untuk melakukan penggalangan, berkomunikasi dengan rekan-rekan kita yang dulunya terpapar. Dan alhamdulillah sekarang mereka mau bergabung dan juga mengikuti upacara di ulang tahun RI ke-77 ini,” kata Didik.

Lanjut Didik, ikrar ini bisa menjadi contoh bagi mereka yang masih aktif, baik itu sebagai teroris, simpatisan, belum terlambat untuk mencintai Indonesia.

“Masih banyak kesempatan untuk bisa membangun Indonesia sesuai dengan harapan kita,” ujar Didik.

Ke-19 eks napiter yang berikrar itu berasal dari Kabupaten Poso, Sigi dan Kota Palu. (ptr)

Laporan : Pataruddin

Silakan komentar Anda Disini….