Didukung Kedutaan Inggris, RSRV Bakal Dikembangkan di Daerah Terpencil di Sulteng

Samuel Hayes, Digital Access Lead British Embassy Jakarta sedang memberikan keterangan pers terkait dukungan untuk mengembangkan rumah sehat rakyat virtual (RSRV) di Sulawesi Tengah. Konferensi pers berlangsung di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu, 24 Agustus 2022. (Foto: Patar)

PALU, Kabar Selebes – Kedutaan Inggris untuk Indonesia bersama Rumah Sehat Rakyat Virtual (RSRV) menjajaki peluang mengembangkan model rumah sakit tersebut di Sulawesi Tengah melalui Digital Access Programme.

Samuel Hayes, Digital Access Lead, British Embassy Jakarta mengatakan pengembangan pelayanan secara virtual berpeluang dengan kondisi alam, jarak dari fasilitas kesehatan. “Ada puskesmas yang harus ditempuh dua jam berjalan kaki untuk mendapatkan perawatan,” kata Samuel Hayes, Rabu, 24 Agustus 2022 pada Konferensi Pers bersama dengan komunitas Roa Jaga Roa (RJR) Palu.

Menurut Samuel, dengan kondisi itu maka pelayanan kesehatan melalui virtual lebih memungkinkan dilakukan.

Digital Access Programm British Embassy Indoensia Karlina menilai setelah dua hari berdiskusi dengan sejumlah stakeholder merespon positif program untuk peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

Karlina mengatakan, untuk  area blank spot bisa mengadopsi model yang sudah dikembangkan di Sulawesi Barat dan salah satu desa di kawasan Taman Nasional di Pulau Jawa.

“Mereka merakit sendiri barang-barang bekas menjadi antena agar bisa mengakses internet dan melayani kebutuhan jaringan internet bagi masyarakat,” kata Karlina.

Program Manager RSRV dr Myla Ulfa menjelaskan, RSRV digagas saat pandemi covid-19 dan melayani pasien isolasi mandiri hingga dinyatakan sembuh.

“Kami sudah menangani hingga 300 pasien. Per hari ini sudah teregistrasi 20-an pasien. RSRV melayani dua model yaitu kesehatan umum dan mental,” ujar Myla Ulfa dalam forum yang sama.

Senior Volunteer RJG Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan komunitas RJR ini tanpa susunan pengurus. Setiap orang yang tergabung sadar dengan tanggungjawab masing-masing dan bekerja penuh semangat.

“Awal lahirnya saat ada beberapa jurnalis yang terpapar corona. Mereka saling membantu agar rekan jurnalis yang terpapar bisa dibantu ke rumah sakit dan kèluarga tetap dibanru,” kata Andi Mulhanan Tombolotutu.

Mulhanan yakin dengan program RSR Virtual bisa membantu masyarakat yang sulit mengakses fasilitss kesehatan, daerah pelosok bahkan di pulau-pulau. (ptr)

Laporan : Pataruddin

Silakan komentar Anda Disini….