91 Warga Moutong Tengah Terima BLT dari Dana Desa

Seorang warga berusia 80an tahun sedang menerima BLT DD di Kantor Desa Moutong Tengah (foto: Hasan Bunyu)

MOUTONG, Kabar Selebes – Sebanyak 91 warga Desa Moutong Tengah Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong, menerima bantuan langsung tunai (BLT) yang diambil dari ‘kantong’ Dana Desa tahap tiga tahun anggaran 2022 di kantor Desa Moutong Tengah, Jumat (2/9/2022).

Kepala Desa Moutong Tengah Ridwan Haka  dalam sambutannya mengatakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada periode tiga ini menerima BLT DD untukk bulan Juli, Agustus dan September 2022 dengan total 81,9 juta rupiah di salurkan.

“Jadi, bapak dan ibu akan menerima sebanyak tiga bulan dengan berjumlah 900 rupiah untuk triwulannya,” ucapnya.

Kepala desa yang baru genap sebulan menahkodai desa yang menjadi jantung

 ibukota Kecamatan paling utara Kabupaten Parigi Moutong itu mengharapakan, jika KPM ini  menggunakan sebaik-baiknya  BLT yang diterimanya.

“Manfaatkanlah sebaik-baiknya BLT DD ini untuk keperluan rumah tangga bapak dan ibu sehari-hari, termasuk juga untuk pendidikan anak bagi yang memiliki anak yang sedang mengenyam pendidikan,” harap Ridwan.

BACA JUGA :  Keren, Komunitas Motor Pantai Timur Rayakan HUT RI dari Ujung Utara  Sulawesi Tengah

Ridawan juga menggarisbawahi, jika program pemerintah dalam melakukan regulasi penerima BLT bisa saja berubah-ubah sasaran penerimanya. Karena alasannya, BLT DD ini tidak selamanya ada. Hanya alternatif dari dampak covid-19.

“Bukan berarti ini kebaikan kepala desa dalam membagi-bagikan dana desa. Bukan. Ini murni dari pemerintah dan jadi hak masyarakat Desa Moutong Tengah,” paparnya.

“Jadi, kalau sudah tidak dapa berlaku lagi dan ada warga yang penerima BLT yang ternyata pada pada penyaluran BLT selanjutnya, dirinya tak tercantum dalam daftar penerima BLT, saya harap masyarakat paham akan hal ini,” pesannya.

Sementara itu Pendamping Desa Abdul Farid Rauf yang ditemui  KabarSelebes.id disela-sela penyaluran bantuan asal Kementerian Sosial Republik Indonesia ini, memaparkan, tujuan utama dari BLT Dana Desa ini adalah membantu perputaran ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi bawah.

BACA JUGA :  Masyarakat Kasimbar Salurkan 1,7 Ton Beras untuk Korban Banjir Parigi Selatan

“Prinsipnya sebagai bentuk sentuhan langsung pemerintah  guna membantu peningkatan kesejahteraan bagi warga yang terkena imbas covid 19,” ujar Farid.

Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Moutong itu menguraikan bahwa penerima BLT tahun ini bisa saja di tahun depannya melekat pada orang yang sama kagi.

“Tahun 2023 mendatang, bantuan sejenis ini tetap masih ada. Hanya saja, orientasi dan sasarannya berbeda. Sasaran utamanya adalah kelompok warga yang tergolong masyarakat miskin ekstrim. Yaitu masyarakat dengan indikator pendapatan perkapitanya 11 ribu rupiah perhari,” urai Farid, beranalisis.

Farid juga memperingati para penerima BLT agar tidak ganda. Artinya tidak menerima bantuan serupa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik dari ousat, provinsi maupun kabupaten di tahun yang sama.

BACA JUGA :  Geram Parimo Gelar Aksi Long March Tuntut Bupati Soal Tambang

“Jika ada menerima bantuan ganda, maka kiranya harus melepaskan salah satunya. Karena itu tidak boleh,” tekannya.

Juhainar salah seorang penerima bantuan BLT DD yang dijumpai awak media ini, tak mampu menyembunyikan keceriaanya saat menerima ‘uang gratis’ tersebut.

“Alhamdulillah nak, bisa gunakan untuk belanja sehari-hari. Beli beras, tomat, rica (cabe) sama ikan,” ucapnya dengan dialeg Tialo yang masih kental.

Perempuan berusia 80an tahun itu meminta agar namanya tidak di hapus dari bantuan serupa tahun berikutnya. “Saya mohon, namaku jangan di hapus. Saya so tua ini nak,” mohonnya. (hcb)

Laporan : Hasan Cl Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….