Simulasi Bencana Banjir dan Banjir Bandang di Sigi Libatkan Ratusan Warga dan KSB Dolo Barat

Simulasi evakuasi korban banjir dan banjir bandang di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Jumat, 8 September 2022. Simulasi diikuti perwakilan warga dan Komunitas Siaga Bencana (KSB) 12 desa di Kecamatan Dolo Barat. Simulasi dimaksudkan agar masyarakat maupun KSB dapat pengetahuan penyelematan diri bilamana terjadi bencana banjir sungguhan. (Foto; Patar)

SIGI, Kabar Selebes – Ratusan warga dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi melakukan simulasi penanganan dan evakuasi korban bencana banjir dan banjir bandang. Simulasi dilakukan di Lapangan Sepak Bola Bhakti, Desa Pesaku, Jumat (9/9/2022). Selain warga, simulasi juga melibatkan BPBD Sigi, Dinas Kesehatan Sigi, PMI Sigi, Dinas Sosial Sigi dan ORARI Sigi.

Simulasi diawali dengan ada infornasi banjir bandang di tiga dusun Desa Pesaku yang diperoleh melalui alat peringatan dini (early warning system/EWS). Puluhan korban dilaporkan mengalami luka berat, luka ringan hingga patsh tulang. Korban-korban kemudian dievakuasi ke tenda penampungan sementara dan memberikan penanganan medis bagi korban luka ringan. Sedangkan korban patah tulang dievakuasi ke tenda kesehatan.

Selanjutnya korban terdiri dari laki-laki, perempuan, anak-anak, ibu hamil hingga dissabilitas dialihkan ke tenda pengungsian dan diberikan makanan.

BACA JUGA :  Pemkab Sigi Kembali Salurkan Bantuan PKH Adaptif

Dari evaluasi, beberapa pihak menyampaikan apresiasi atas simulasi itu sehingga memberikan gambaran saat terjadi bencana sungguhan. Beberapa alur dinilai masih perlu dibenahi.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Sulawesi Tengah Shadiq Moumbu merespon beberapa hal seperti penetapan status dan informasi ketinggian air.

“Mestinya evakuasi bisa langsung diarahkan ke tenda-tenda pengungsian dan segera disiapkan ganti pakaian basah,” kata Shadiq.

Shadiq mengapresiasi simulasi sebagai bentuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Ketua FPRB Sigi Saiful Taslim juga mengapresiasi jalannya simulasi bencana banjir dan banjir bandang ini. Meskipun persiapan cukup singkat tetapi simulasi sudah berjalan dengan baik. Begitupula dengan sistem komunikasi di lapangan.

Begitupula respom dari Camat Dolo Barat  yang menyaksikan langsung simulasi. Dia menyoroti penyampaian informasi yang langsung melompat ke Pusdalops BPBD Sigi. Informasi seharusnya disampaikan kepala desa kepada camat.

BACA JUGA :  Satu Siswi Sekolah Sukma Bangsa Sigi Lulus Seleksi Jambore Nasional 2022

Hal lain, dari sisi penanganan medis bagi korban yang mengalami luka parah hingga patah tulang. Puskesmas setempat perlu dilibatkan untuk memberikan penanganan termasuk cara mengevakuasi korban patah tulang dengan benar.

Sebelumnya, Sekkab Sigi Muh Basir mewakili bupati Sigi berterima kasih kepada pihak penyelenggara yaitu Yayasan Pusaka Indonesia, Caritas Swiss Solidarity dan Kementerian Sosial yang memberikan perhatian bagi masyarakat Sigi, khususnya 12 desa di Kecamatan Dolo Barat dalam mengedukasi masyarakat terhindar dari bencana.

Caritas Country Representative Indonesia Gantare Leyn E menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat.

Leyn juga menyampaikan Caritas akan pamit dari Kabupaten Sigi setelah empat tahun mendampingi masyarakat pasca bencana 28 September 2018 silam.

BACA JUGA :  104 CPNS Formasi Umum 2019 di Sigi Terima STTP

“Kami memohon maaf sekiranya selama berada di Sigi ada salah dan khilaf,” kata Leyn.

Direktur Yayasan Pusaka Indonesia Cristina Peranginangin mengatakan untuk simulasi berikutnya akan diselenggarakan di Kecamatan Dolo Selatan.

“Dari evaluasi tadi, kita akan memperhatikan dan memperbaiki lagi pada simulasi berikutnya,” kata Cristina. (ptr)

Foto-foto :

  • Simulasi evakuasi korban banjir dan banjir bandang di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Jumat, 8 September 2022. Simulasi diikuti perwakilan warga dan Komunitas Siaga Bencana (KSB) 12 desa di Kecamatan Dolo Barat. Simulasi dimaksudkan agar masyarakat maupun KSB dapat pengetahuan penyelematan diri bilamana terjadi bencana banjir sungguhan. (Foto; Patar)

Laporan : Pataruddin

Silakan komentar Anda Disini….