Tak Terima Ditegur, Pria Mabuk Saguer Pukul Warga dengan Pelepah Kelapa Hingga Tewas

Kapolres Sigi AKBP Reza Simanjuntak dan Wakapolres Sigi Kompol Kiki Lesnusa.(Foto: Alsih Marselina)

SIGI, Kabar Selebes – Hanya karena tak terima ditegur, seorang pria yang sedang menegak minuman keras tega membunuh seorang warga di Desa Wisolo, Kabupaten Sigi. Warga itu tewas setelah dipukuli pelepah kelapa oleh pelaku.

Kapolres Sigi AKBP Reza Simanjuntak dalam konferensi pers yang digelar Jumat (09/09/2022) mengatakan, kronologis dari kasus pembunuhan. Dimana bermula saat tersangka Iwan Ma’aruf mengonsumsi minuman keras.

“Kejadiannya pada tanggal 20 Agustus 2022, kemarin di Desa Winisolo, tersangka bersama rekannya sedang asik menikmati minuman keras jenis saguer atau bir hutan di pondok pinggir jalan desa Winisolo,” ucapnya.

Reza menambahkan, bahwa tersangka tidak terima ditegur oleh korban Kisman karena menyuruh tersangka bersama rekannya untuk pindah karena berisik. Hal itu dikarenakan jarak rumah korban dengan tempat tersangka meminum minuman keras sekitar 10 meter.

BACA JUGA :  Dampak Covid-19, Proses Penyaluran Dana Stimulan di Sigi Butuh Waktu Lama

Sekitar pukul 20.30 WITA, korban Kisman bersama Muksin (kerabat korban) sedang duduk di depan rumahnya. Tiba-tiba Maruf menghampiri Kisman di depan rumahnya dan langsung bersandar di tiang yang ada di halaman rumah korban tanpa berkata apa-apa.

Karena kedatangan Maruf yang tidak jelas serta terlihat dalam keadaan mabuk, sehingga Kisman memerintahkan Maruf untuk pergi sambil berkata apa yang kurang. Pertanyaan tersebut tidak dijawab oleh Maruf namun hanya menunjuk ke beberapa arah yang tidak jelas.

“Kemudian Kisman berkata siapa yang di panggil, Dedi mau dipanggil kemari ? Dedi yang dipanggil kemari ?” sambil memerintahkan Maruf untuk pergi, lanjut Maruf berkata (keponakanmu) ini.

BACA JUGA :  Bupati Sigi Resmikan Jembatan Beka-Dolo di Tengah Pendemik Corona

Namun Kisman tetap memerintahkan Maruf untuk pergi, sehingga Maruf lari ke arah rumah Ojo sambil diikuti oleh Kisman.

Sekitar pukul 21.30 WITA, karena melihat Kisman dan Maruf berkelahi di depan rumah milik Ojo. Sehingga Fuan bersama beberapa warga yang ada di dekat lokasi kejadian langsung mencoba melerai  Kisman dan Maruf.

Setelah dipisahkan, Kisman duduk di depan rumah Ojo dan Maruf diamankan di sebelah rumah Ojo. Namun, Sekitar 10 menit kemudian terlihat Kisman terbanting dan tidak sadarkan diri sehingga Muksin dan Ros mengangkat Kisman menuju ke rumahnya. Baru diketahui ternyata Kisman sudah meregang nyawa.

“Sebagai pasal yang disangkakan  Iwal Ma’aruf dipersangkakan dengan pasal 351 ayat (3) KUHP pidana tentang penganiayaan  berat dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegas Reza.

BACA JUGA :  Sahabat Masjid Bangun Rumah untuk Imam di Sigi

Kini tersangka Maruf sedang menjalani penahanan di rutan Polres Sigi. (am)

Laporan : Alsih Marselina