Sulawesi Tengah

KTN Morowali Diresmikan, Mitra Deradikalisasi Dapat Bersinergi

171
×

KTN Morowali Diresmikan, Mitra Deradikalisasi Dapat Bersinergi

Sebarkan artikel ini
Penanaman jagung di lahan KTN Morowali pada Selasa (27/09/2022) pagi. (Foto: Ahyar Lani/KabarSelebes.id)

MOROWALI, Kabar Selebes – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, meresmikan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) seluas 7 hektar, pada Selasa (27/09/2022) pagi.

KTN itu berlokasi di Transmigrasi Kabera, Desa Bahoea Rekoreko, Bungku Barat, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Wilayah Morowali dipilih sebagai lokasi KTN, mengingat Sulteng merupakan salah satu lokus sinergitas kementerian/lembaga dalam penanggulangan terorisme.

Di lahan KTN Morowali, program pertanian dan peternakan akan menjadi fokus pembangunan. Diharapkan dapat menjadi tempat asimilasi antara mitra deradikalisasi dengan warga sekitar, dalam memanfaatkan lahan untuk kesejahteraan bersama. Sekaligus dapat meningkatkan ekonomi Morowali.

BACA JUGA :  Kapolres Ingatkan Tak Ada yang Gunakan Knalpot Bogar Saat Pawai Takbiran

Peresmian KTN Morowali secara simbolis dilakukan Kepala BNPT RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar, dengan melakukan penanaman jagung. Sekaligus menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sekretaris Utama BNPT RI Mayjen TNI Dedi Sombowo dan Bupati Morowali Taslim.

Peresmian KTN Morowali juga dihadiri pihak Mentteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wakil Menteri Pertanian, Deputi IV Kemenko Polhukam Bidang Koordinasi Pertahanan Negara, Deputi V Kemenko Polhukam Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Deputi VI Kemenko Polhukam Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Gubernur Sulteng, dan Rektor Untad.

BACA JUGA :  Aparat Gabungan Bakar Tempat Sabung Ayam di Bahodopi

Secara umum, program KTN memiliki 3 pendekatan, yaitu; edukasi, ekonomi dan pariwisata.

Dalam pemilihan lokasi, KTN berada di kawasan wisata yang berkaitan dengan alam. Dikelola secara langsung oleh mitra deradikalisasi. Selain membantu perekonomian mitra deradikalisasi, program ini juga membantu memajukan ekonomi kreatif masyarakat sekitar kawasan KTN.

Program KTN merupakan bukti negara hadir dalam mereduksi paham radikal terorisme. Meningkatkan kesejahteraan mitra deradikalisasi dan masyarakat sekitar dengan pendekatan lunak. Sehingga terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan damai.

Dengan kehadiran kawasan ini, diharapkan para mitra deradikalisasi dapat bersinergi dengan penduduk sekitar dan juga lembaga-lembaga terkait dalam pengelolaan. Dan terciptanya kemandirian ekonomi guna meneruskan keberlangsungan hidup mereka dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

BACA JUGA :  Bungku Kota Mulai Dibenahi Januari 2023, Anggaran Disiapkan Rp 25 Miliar

Sebelumnya, wilayah KTN di 5 provinsi lainnya, yaitu; di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Telah diresmikan Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi wilayah pertama yang resmi menjadi KTN.

Dilanjutkan dengan Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, berpusat di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Kecamatan Kadongora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ddan Sidempul, Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (rls/ahl)

Laporan: Ahyar Lani