Dituding Ingkar Janji, Warga Morowali Utara Geruduk PT. Hofment International

Warga Desa Tamainusi, kecamatan Soyojaya, kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah kembali mendatangi PT. Hofment Internasional (HI), Sabtu (15/10/2022).

MOROWALI UTARA, Kabar Selebes – Warga Desa Tamainusi, kecamatan Soyojaya, kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah kembali mendatangi PT. Hofment Internasional (HI), Sabtu (15/10/2022).

Warga menuntut agar perusahaan membayar tunggakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang sampai saat ini belum juga dilunasi.

Setelah berunjukrasa, massa akhirnya diterima oleh pihak Perusahaan di Kantor PT. Hofment Internasional, yang dihadiri Humas perusahaan, Kapolsek Soyojaya, Danramil, dan Kepala Desa Tamainusi.

Dalam pertemuan itu, Rusdianto selaku Humas PT. Hoffment Internasional menyebut bahwa PT. Hofment Internasional akan sesegera melunasi tunggakan tersebut dimanaoerusahaan itu telah menyetujui CSR sebesar Rp 3.000/MT

Namun perusahaan tidak bisa memenuhi terkait pembebasan lahan yang diminta warga.

BACA JUGA :  Wabup Morut Minta Kepala OPD harus Responsif Menindaklanjuti Terobosan yang Dilakukan Bupati

”Untuk pembayaran itu pihak manajemen sudah berupaya namun karena uang tersebut jumlahnya banyak maka terjadi sedikit hambatan dan kami akan usahakan agar hari Senin tanggal 17 Oktober 2022 sudah kami bayarkan,” Janji Rusdianto.

Sayangnya menurut Pemerintah desa, pihak PT. Hofment terkesan mengingkari apa yang telah disepakati tanggal 15 Oktober 2022 dengan alasan mendapat tekanan. Sementara baik kepala desa Ganda-ganda maupun kepala desa Tamainusi mengatakan pertemuan yang dilakukan dihadiri pihak Mapolres Morut.

Manajemen PT. Hofment yang diwakili oleh Rusdi dinilai plin plan dalam mengambil keputusan yang sudah disepakati.

Kepala Desa Tamainusi juga mengimbau agar struktur perusahaan diperjelas, mengingat sulitnya komunikasi antara pihak perusahaan dan pemerintah Desa.

BACA JUGA :  Bupati Morut Hadiri Syukuran HUT Ke-76 Korps Brimob Polri di Lemboroma

”Pemerintah desa meminta agar struktur perusahaan ini diperjelas karena sebagai pemerintah desa tentunya ada hal-hal yang kami harus lakukan komunikasi dengan pihak perusahaan,” imbau Ahlis selaku Kepala Desa Tamainusi.

Dia juga menyinggung soal kurangnya CSR yang dikeluarkan oleh perusahaan ke Desa, sementara menurut dia, perusahaan lain di Desanya jauh lebih tinggi.

” Terkait dana CSR, PT. Hofment ini yang paling kecil memberikan dana CSR kepada desa Tamainusi, dibanding dengan perusahaan lain yang beroperasi di wilayah desa Tamainusi,” ujarnya.

Manajemen PT. Hofment sendiri belum bisa di konfirmasi sampai berita ini kami tayangkan. Pemerintah Desa Tamainusi dan desa Ganda-ganda akan memanggil kembali perwakilan PT. Hofment pada hari senin 17 oktober 2022.(*)

BACA JUGA :  Bupati Morut Sambut Pangdam XIII Merdeka di Koramil Mori Atas

Laporan : TIM

Silakan komentar Anda Disini….